Zat dari kulit manggis punya antivirus mirip obat HIV

kulit manggis anti-hiv 2
Ilustrasi manggis. (dok Unpad)

Sejumlah peneliti dari lintas disiplin ilmu Universitas Padjadjaran (Unpad) mengungkap zat ekstrak kulit manggis yang punya khasiat melawan Coronavirus disease 2019 (COVID-19), seperti obat anti-HIV.

Kulit manggis mengandung senyawa alfa mangostin. Hasil riset peneliti Unpad ini, menunjukkan senyawa alfa mangostin merupakan hasil isolasi dari kulit manggis.

Salah seorang peneliti, Syahrul Hidayat, menyebut senyawa alfa mangostin memiliki aktivitas antivirus yang mirip dengan Nelfinavir atau obat anti-HIV.

“(Nelfinavir) yang digunakan sebagai salah satu pengobatan gejala Covid-19,” katanya, dikutip dari laman resmi Unpad, Kamis, 15 Oktober 2020.

Studi dilakukan tiga mahasiswa lintas disiplin ilmu Unpad, yakni Syahrul Hidayat, Namira Assyfa Nuazizah (Pendidikan Dokter), dan Kelvin Fernando Pratama (Farmasi).

Syahrul Hidayat yang merupakan mahasiswa Farmasi Unpad melanjutkan, aktivitas nelfinavir pada SARS-CoV-2 berperan menghambat pertumbuhan virus.

Untuk diketahui, ketika wabah pertama kali merebak di Kota Wuhan, China, Komisi Kesehatan Kota Shanghai sempat mengklaim seorang pasien Covid sembuh setelah diobati nelfinavir. Waktu itu nelfinavir disebut ‘obat ajaib HIV’.

Baca juga:

Syahrul Hidayat bilang, aktivitas nelfinavir sama dengan senyawa pada kulit manggis. “Kita punya ide kalau aktivitasnya sama maka senyawa alfa mangostin pun memiliki aktivitas yang sama terhadap virus SARS-CoV-2,” paparnya.

Berangkat dari rujukan penelitian tersebut, ketiganya mencoba melakukan studi awal dengan cara memodifikasi senyawa alfa mangostin. Modifikasi dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat dari senyawa alfa mangostin.

Studi dilakukan dengan menggunakan metode komputasi dibantu Guru Besar Fakultas Farmasi Unpad Prof. Muchtaridi, PhD. Hasilnya, senyawa FKS9 atau senyawa modifikasi dari alfa mangostin secara spesifik memiliki aktivitas terhadap protein Mpro, salah satu protein pada virus SARS-CoV-2.

Meski demikian, studi ini perlu dilakukan penelitian lebih lanjut di laboratorium untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik.

Penelitian ini bisa memberikan informasi terkait potensi senyawa alfa mangostin, bahwa senyawa ini memiliki aktivitas terhadap SARS-CoV-2 sebagai solusi untuk mengatasi Covid-19,” kata Syahrul.

Studi ini kemudian diajukan untuk mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Online Tingkat Nasional (LKTI OTN) Tahun 2020 yang digelar Universitas Brawijaya, Mei-September lalu. Dengan dosen pembimbing Dr. Aliya Nur Hasanah M.Si., Syahrul dan tim berhasil meraih juara pertama pada kategori LKTI kesehatan dan medis.

Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada 2 Maret 2020. Sampai data Rabu 14 Oktober 2020, jumlah total kasus virus corona yang telah dikonfirmasi sebanyak 344.749 kasus.

Sementara pasien sembuh sebanyak 267.851 orang. Namun total kasus kematian sebanyak 12.156. Infeksi virus corona jenis baru ini masih akan terus bertambah mengingat vaksin dan obatnya masih dalam penelitian.

Satu-satunya cara pencegahan penularan Covid-19 yang ada saat ini ialah dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat, yaitu selalu memakai masker, menjaga kebersihan dengan sanitizer atau sabun, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here