XL Axiata raup pendapatan Rp18,3 triliun sepanjang sembilan bulan

XL
BTS MAUMERE XL. (Dok XL)

Pendapatan XL Axiata sejak Januari sampai September 2020 mencapai Rp 18,3 triliun atau meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).

Sebanyak 92 persen pendapatan berasal dari layanan data. Di mana layanan data meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini bilang pandemi Covid-19 berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.

Turunnya daya beli masyarakat ini ternyata tidak menurunkan intensitas kompetisi di industri.

Semua operator justru berlomba menawarkan berbagai produk, yang selain disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat untuk tetap produktif dan akses ke hiburan, juga disesuaikan dengan kemampuan beli masyarakat.

“Karena itu kami berupaya keras untuk bisa mempertahankan kinerja dengan mendorong penjualan dan di saat yang sama melakukan efisiensi di hampir semua lini bisnis. Hasilnya, kami masih mampu meraih pertumbuhan di periode sembilan bulan tahun ini,” kata Dian dalam keterangan resminya, Sabtu 7 November 2020.

XL Axiata mencatat sepanjang sembilan bulan ini peningkatan trafik data hingga 47 persen dibandingkat tahun lalu. Dari 2.386 Petabyte menjadi 3.496 Petabyte.

Baca juga:

Peningkatan trafik tidak terlepas dari bertambahnya jumlah total pelanggan, pada kuartal sebelumnya mencapai 55,7 juta pelanggan menjadi 56,9 juta pelanggan.

Sementara rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) campuran meningkat dari sebelumnya Rp34.000 menjadi Rp36.000 pada periode yang sama tahun ini.

Program untuk tambah pendapatan

XL Axiata melakukan berbagai langkah guna meningkatkan pendapatan dalam masa pandemi Covid-19 ini, yakni meluncurkan fitur xtra unlimited turbo dan unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL.

Kemudian paket Edu-Pack untuk pelanggan AXIS, dan myPRIO x unlimited untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Selain itu XL Axiata terus memanfaatkan digital IT, artificial intelligent, dan data analytics.

Penggunaan sistem ini untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan, atas layanan telekomunikasi dan data.

“Dengan demikian perusahaan bisa lebih tepat dalam pembuatan produk layanan baru yang memang dibutuhkan setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih terarah, sesuai dengan karakter setiap segmen,” sambung Dian. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here