Warga diingatkan pentingnya mentaati protokol kesehatan agar Covid cepat hilang

protokol kesehatan - simmanews
Ilustrasi. Perawat menggunakan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan. (Gambar oleh mohamed Hassan dari Pixabay)

Simmanews.com – Pemerintah Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) secara ketat. Kebiasaan di masa AKB ini meliputi penerapan protokol kesehatan yang terdiri dari penggunaan masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan sabun untuk mengurangi resiko penuralan Covid-19.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memperingatkan bahwa warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan di masa AKB untuk bersiap-siap mendapat sanksi.

“Kita sekarang menerapkan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) diperketat. Penerapan sanksi sudah dilakukan,” ujarnya usai menghadiri acara Milangkala ke-18 Paguron Pusaka Reksadiri di Gang Maskardi, Minggu 13 September 2020.

Yana mengingatkan para pengusaha agar tetap mematuhi aturan. Mulai dari protokol kesehatan hingga soal jam operasional.

“Tempat yang diberikan relaksasi itu sudah paham. Tempat makan dan sebagainya itu sesuai aturan. Kalau mereka langgar, saya minta petugas untuk menyegelnya,” tegas Yana.

Kendati demikian, di masa AKB yang diperketat ini Kota Bandung tidak menerapkan cek poin di beberapa titik. Sebagai gantinya, ada penutupan sejumlah ruas jalan menuju pusat kota.

“Untuk buka tutup jalan masih tetap ada. Dari pukul 21.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB,” jelasnya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 443/134/Hukham tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan COVID-19 yang ditandatangani Gubernur Jabar Ridwan Kamil pada Sabtu, 12 September 2020.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan, SE tersebut dikeluarkan karena adanya lonjakan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di DKI Jakarta dan wilayah Bodebek (Kota Bogor, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor, dan Bekasi).

SE tersebut diharapkan meningkatkan kewaspadaan semua daerah di Jabar. Selain itu, bupati/wali kota diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Daud bilang, salah satu cara yang diklaim ampuh menekan penularan Covid-19 adalah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). “Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jabar efektif dalam menekan angka penyebaran kasus COVID-19,” kata Daud, Minggu, 13 September 2020.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mencontohkan penerapan PSBM di Kota Bogor sejak 29 Agustus lalu. Di mana setelah penerapan PSBM, kasus positif COVID-19 di Kota Bogor menurun. PSBM sendiri mengatur pembatasan jam operasional toko, mal, atau pusat kegiatan hingga pukul 18:00 WIB serta penerapan jam malam setelah pukul 21:00 WIB.

Melalui SE tersebut, kata Daud, bupati/wali kota diminta memperketat pengawasan di fasilitasi publik untuk mencegah terciptanya kerumunan. Sosialiasi dan publikasi tentang protokol kesehatan serta perilaku hidup sehat mesti digencarkan.

“Sanksi terhadap para pelanggar protokol kesehatan harus ditegakkan. Bupati/wali kota diminta mengatur jam operasional kegiatan publik,” ucapnya.

Bupati/wali kota diminta meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan pihak Kepolisian serta TNI. Ia berharap, peningkatkan kewaspadaan dapat mengendalikan persebaran Covid-19. (Iman Herdiana/Yatni Setianingsih/Simmanews )

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here