Usaha kuliner Saldan kembangkan bisnis melalui PT LEN

Kuliner Saldan. (Dok Ajeng Meiwita)
Kuliner Saldan. (Dok Ajeng Meiwita)

Pelaku usaha kuliner tidak hanya terbatas mampu menghasilkan produk yang lezat, pemilihan bahan baku yang sehat menjadi keunggulan tersendiri.

Salah satunya seperti yang ditawarkan Ajeng Meiwita, pemilik Saldan dengan produknya berupa jajanan pasar, puding, cookies, dan cake.

Ajeng mengisahkan awal mulanya terjun dalam dunia bisnis kuliner pada Mei 2014, saat itu Ajeng fokus membuat beragam jajanan pasar berupa klepon, lemper, dadar gulung, onde-onde, nagasari, lapis, kue talam, dan lain-lain yang kebanyakan menggunakan bahan baku tepung terigu, tepung beras, dan beras ketan.

“Dari awal membuat jajanan pasar dan juga puding, saya ingin menghadirkan kuliner yang sehat untuk itu tidak memakai pemanis buatan dan bahan pengawet, ” cerita Ajeng kepada Simmanews, baru-baru ini.

Kuliner Saldan. (Dok Ajeng Meiwita)
Ajeng Meiwita menunjukkan produk kuliner Saldan. (Dok Ajeng Meiwita)

Baca juga:

Olahan dari mocaf

Selain memproduksi dan memasarkan janjanan pasar berbahan tepung terigu, industri rumahan yang berada di Bumi Panyileukan F8 No 23, RT 05 RW 05 Kota Bandung ini pun pada 2018 mulai merambah membuat berbagai olahan dengan bahan baku tepung mocaf.

Tepung mocaf merupakan tepung yang berasal dari ubi kayu alias singkong yang memiliki tekstur agak kasar dibandingkan dengan tepung terigu dan tapioka.

Mocaf memiliki bahan baku yang sama dengan tapioka, yakni dari singkong. Hanya proses pengolahannya berbeda, sehingga memiliki kandungan nutrisi dan tekstur yang berbeda.

Ibu dua anak ini mengolah mocaf menjadi beragam produk kuliner seperti browker (brownies kering), pancake, bolu pisang.

Ada juga kastengel abon, kastengel eggless, lidah kucing, kismis oat, kue jahe, almond crispy, dan lain-lain.

“Memilih mocaf karena ingin produk yang bebas gluten (salah satu kandungan protein dalam terigu yang terkadang menimbulkan alergi),” katanya.

Sehingga kata Ajeng, produknya aman untuk anak berkebutuhan khusus, penderita diabetes, dan stroke.

Sampai saat ini, dalam menjalankan produksinya, Ajeng masih mengolahnya secara manual dan dikerjakan sendiri. Kecuali jika tengah banyak pemesan, Ajeng biasanya dibantu dua pegawai.

Harga yang dibandrol untuk beragam kuliner ini mulai dari Rp2.000 sampai dengan Rp5.000. Sementara olahan mocaf Rp30.000 per pack.

Mitra Binaan PT LEN

Dalam mengembangkan bisnisnya, Ajeng tidak berjalan sendiri tetapi menjadi bagian Mitra binaan dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT LEN Industri (Persero).

Setelah menjadi mitra binaan perusahaan pelat merah tersebut, Ajeng merasa terbantu dalam berbagai hal untuk mengembangkan usaha kuliner miliknya.

“Keuntungan saya menjadi mitra binaan PT LEN, mendapatkan pinjaman dengan bunga kecil, ada pelatihan, dan bantuan dalam pemasaran juga seperti pameran (sebelum pandemi Covid-19),” terangnya.

Di masa pandemi ini, kata Ajeng yang mengambil nama merek Saldan dari singkatan nama dua buah hatinya Salsabila dan Danang ini, lebih banyak menjual produknya berdasarkan pesanan.

“Coba juga menjualnya secara online melalui marketplace dan Instagram, tetapi belum ada pengaruhnya,” keluh Ajeng.

Kendati begitu, Ajeng tidak patah semangat, selain membuat produk kuliner, pada 2020 ini Ajeng pun membuka kursus memasak (cooking class). Berlangsung secara online (untuk teori) melalui WhatsApp dan offline (untuk praktek).

“Untuk online cooking class biayanya hanya Rp50.000. Saya dibantu dua karyawan untuk mengerjakan cooking class ini,” sambungnya.

Dalam cooking class ini, peserta bisa belajar membuat cake kekinian sampai gudeng Yogya. Tertarik cek instagramnya @saldanonlineclass. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here