Trans Studio Bandung tetap terima tamu luar kota termasuk Jakarta

trans studio bandung
Trans Studio Bandung. (Dok Trans Studio Bandung)

Simmanews.com – Seiring berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) Kota Bandung, manajemen Kawasan Terpadu Trans Studio Bandung memastikan masih menerima tamu dan wisatawan dari luar kota termasuk Jakarta.

“Seperti disampaikan oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana beberapa waktu yang lalu, tidak ada larangan bagi warga Jakarta maupun daerah lainnya untuk datang ke Bandung (termasuk Trans Studio Bandung),” terang Head of Marcomm Trans Studio Bandung, Triya Filia Santi.

“Tetapi hal ini tentunya dengan tetap memastikan bahwa berbagai protokol kesehatan tetap diimplementasikan,” lanjut Triya Filia Santi, dalam keterangan pers yang diterima Simmanews, Jumat, 25 September 2020.

Menurut Triya guna memastikan keamanan dan kenyamanan para tamu, pihaknya menerapkan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19 yang mengacu pada protokol kesehatan nasional dan internasional.

“Di antaranya pengecekan suhu tubuh, wajib mengenakan masker, jaga jarak, penyediaan tempat mencuci tangan dan hand sanitizer, pembersihan berbagai fasilitas secara berkala dengan disinfektan, dan pembelian tiket online,” lanjut Triya.

Di masa pandemi Covid-19, Trans Studio Bandung mengalami perubahan jadwal operasional, yakni Rabu sampai Jumat mulai pukul 11.00 sampai dengan 18.00 WIB.

Sementara pada Sabtu dan Minggu, beroperasional dari pukul 10.00 sampai dengan 19.00 WIB, sedangkan pada Senin dan Selasa, destinasi wisata di Jalan Gatot Subroto ini tutup.

Selain Trans Studio Bandung, fasilitas yang ada di kawasan terpadu ini, yaitu Trans Studio Mall, The Trans Luxury Hotel, serta Ibis Bandung Trans Studio tetap menerima tamu dan pengunjung dari luar Kota Bandung.

Director of Marketing & Communication The Trans Luxury Hotel, Anggia Elgana, menambahkan pihaknya patuh terhadap prosedur higienitas internasional.

“Berbagai prosedur higienitas internasional yang selalu diselaraskan dengan protokol resmi dari pemerintah selalu kami terapkan untuk mencegah pandemi Covid-19,” imbuh Anggia Elgana.

Untuk diketahui, pemerintah memutuskan pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi Covid-19. Masa AKB ini bermaksud membuka keran ekonomi yang di masa PSBB ditutup. (Yatni Setianingsih/Simmanews.com)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here