Tempat hiburan karaoke di Bandung masih minim pengunjung

karaoke
Ilustrasi karaoke. (Gambar oleh Jorge Guillen dari Pixabay)

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung mencatat, tingkat hunian (okupansi) hotel dan tempat hiburan seperti karaoke di Bandung masih minim pengunjung.

Padahal sudah ada relaksasi hotel dan tempat hiburan di masa pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Destinasi Disbudpar Kota Bandung, Faisal Tachir menjelaskan okupansi hotel baru mencapai 20 sampai 40 persen. Sedangkan kunjungan ke tempat hiburan kurang dari 10 persen.

“Berdasarkan laporan misalnya tempat hiburan karaoke ada 14 ruangan, memang sesuai ketentuan hanya boleh 50 persen berarti hanya 7 ruangan. Dari 7 ruangan, itu sekarang paling 3 ruangan yang terisi,” kata¬† Faisal dalam keterangan resminya, Selasa 13 Oktober 2020.

Menurut Faisal penyebab rendahnya okupansi tersebut akibat beragam faktor.

Salah satunya masih berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi. “Pengetatan PSBB ini berdampak,” tandasnya.

Sampai saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung baru memberikan relaksasi pada 122 tempat hiburan dari total 232 tempat hiburan.

“Lokasi yang belum beroperasi itu area bermain anak, seperti taman lalu lintas. Panti pijat pun belum relaksasi,” imbuhnya.

Selain itu, spa pun belum mendapatkan izin untuk beroperasi kembali pada masa adapatasi kebiasaan baru (AKB) Kota Bandung ini.

Pemulihan sektor pariwisata

Faisal mengungkapkan target sektor pariwisata sampai Desember 2020, memang masuk dalam tahapan mitigasi.

Sektor pariwisata terus berkembang pada tahun 2021. Itu recovery, pemulihan,” ujarnya.

Untuk informasi Pemkot Bandung telah memberikan relaksasi pada hotel sejak Juni 2020. Sementara tempat hiburan seperti tempat karaoke dan salon mulai kembali beroperasi pada Agustus 2020.

Untuk tempat hiburan, bioskop baru beroperasi kembali pada Oktober 2020 ini.

Dalam relaksasi ini, hotel dan tempat hiburan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat, baik bagi pengelola maupun pengunjung atau tamu.

Adapun protokol kesehatan yang wajib terpenuhi yakni menggunakan masker, menjaga jarak, dan menyediakan hand sanitizer serta tempat mencuci tangan dengan air mengalir yang bersih dan memakai sabun.

Selain itu untuk ruangan tertutup, pengelola wajib memerhatikan sirkulasi udara dalam ruangan.

Meskipun telah mendapatkan relaksasi, jika pengelola dan pengunjung tidak menerapkan protokol kesehatan. Pemkot Bandung akan memberikan sanksi teguran hingga penutupan kembali operasional.(Yatni Setianingsih/Simmanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here