Target bersih sampah Kabupaten Bandung tertunda karena Covid, kata Bupati Dadang Naser

sampah kabupaten bandung
Bupati Kab Bandung Dadang M Nasser. (Dok Pemkab Bandung)

Target bersih sampah 2020 dan realisasi program 100-0-100 Kabupaten Bandung sulit tercapai karena pandemi Covid-19, kata Bupati Bandung H. Dadang M. Naser. Target ini mundur menjadi tahun 2025.

Demikian pula program 100-0-100 dari pusat, yaitu program menuju pemenuhan 100% akses layak air minum, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak, cukup berat direalisasikan.

Kendati demikian, Dadang bersyukur Kabupaten Bandung mendapatkan apresiasi bahwa pemenuhan sanitasi layak tinggal 17%. Angka ini menurutnya masih di atas rata-rata Jawa Barat (Jabar) dan nasional.

Untuk masalah sampah, penanganannya cukup berat mengingat belum ada TPA (Tempat Pembuangan Akhir) nya,” ucap Bupati Dadang Naser usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Pencapaian Akses Sanitasi Tahun 2020-2024 di Gedung Mohamad Toha Soreang, dikutip dari laman resmi, Senin 19 Oktober 2020.

Dadang menerangkan, pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sudah cukup maksimal.

“Selain terhambat pandemi, belum selesainya TPA Legok Nangka juga menjadi alasan sulitnya mengelola sampah. Sedangkan daya angkut ke TPA Sarimukti terbatas, karena jaraknya cukup jauh,” tutur bupati.

Ada dua teknologi yang menjadi alternatif pengelolaan sampah. Yakni, teknologi pengelolaan sampah seperti yang sudah digunakan di Cilacap. Lainnya, mesin pengelolaan sampah Stungta buatan PT Pindad.

“Kalau per kecamatan punya satu Stungta, masalah sampah bisa diselesaikan di kecamatan,” ujarnya pula.

Baca juga:

Mengelola sampah dan sanitasi yang layak, lanjutnya, memerlukan sinergitas antar stakeholder. Juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami senantiasa berkomitmen terhadap capaian target sanitasi yang ditetapkan, salah satunya dengan penguatan program Sabilulungan Raksa Desa Bandung 1000 Kampung. Namun demikian, baik dalam pengelolaan sampah dan sanitasi itu perlu kebersamaan, harus dikelola dengan baik oleh semua unsur. Seluruh dinas harus terlibat dan hilangkan ego sektoral,” imbuh Dadang Naser.

Dalam kesempatan rakor, Kepala Bidang (Kabid) Infrastruktur Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jabar Lucky Ruswandi Sumanang, mengapresiasi pencapaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

Ia bilang ada tiga hal yang sampai saat ini Kabupaten Bandung termasuk yang tinggi. Pertama mengenai komitmennya sudah bagus dari sisi peraturan, payung hukum dan sebagainya.

Kedua, kinerjanya hampir semua komponen sudah di atas rata-rata Jabar, baik dari BABS, pengelolaan sampah dan sebagainya.

Ketiga, respons semua program pemprov Jabar direspons bagus sehingga kami senantiasa mendorong, termasuk pendampingan dalam rakor ini, terang Lucky yang juga mewakili Pokja Air Minum dan Sanitasi Provinsi Jabar. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here