Singa, nanas dan ikan nila jadi motif khas batik Subang

batik
Galeri Batik Kareumbi, Subang. Foto: Istimewa

Kain batik dan beragam motif yang menghiasinya mengandung kearifan lokal warisan leluhur. Nilai kearifan ini terkait erat dengan daerah asal batik. Itu pula yang dapat kita lihat dari beberapa motif khas batik Subang Galeri Batik Kareumbi.

Galeri Batik Kareumbi beralamat di Jalan S.Parman Nomor 18 A Kabupaten Subang. Butik batik ini menawarkan batik pelbagai motif baru berjuluk Siganila.

Motif Siganila merupakan akronim dari sisingaan, ganas (nanas dalam bahasa Sunda), dan ikan nila.

“Nama Siganila itu untuk mewakili ciri khas batik Subang, selain batik ganasan yang telah lebih dulu ada,” cerita Pemilik Galeri Batik Kareumbi, Ratna Bambang Heryanto kepada Simmanews, di Sari Alam Hot Spring and Resort Hotel, akhir pekan lalu.

Galeri Batik Kareumbi, Subang. Foto: Istimewa
Galeri Batik Kareumbi, Subang. Foto: Istimewa

Baca juga:

Ratna mengisahkan motif batik Siganila baru hadir pada 2012, hasil dari lomba desain motif batik Kabupaten Subang pada Desember 2012.

Lomba desain batik ini diselenggarakan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Subang, penggiat dan pemerhati seni Kabupaten Subang, dan bermitra dengan Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB), Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Barat, dan Dekranasda Kabupaten Subang.

Motif batik Siganila mewakili kesenian khas Subang yakni sisingaan, buah nanas yang menjadi ikon Subang, dan ikan air tawar yang banyak hidup di Subang yakni ikan nila.

“Untuk mengenalkan motif batik Siganila ini, berdirilah Galeri Batik Kareumbi,” sambung Ratna yang juga Ketua PHRI Kabupaten Subang.

Baca juga:

 

Dari kain sampai produk fashion

batik
Batik di Galeri Batik Kareumbi, Subang. Foto: Istimewa

Dalam menghasilkan karya adiluhung ini, awalnya Ratna menggandeng perajin batik dari luar Kabupaten Subang. Tetapi sekarang sudah ada perajin dari dalam Subang sendiri.

Keunggulan batik di Galeri Batik Kareumbi yakni proses pembuatannya dengan cara tulis sehingga masih terjaga detail dari setiap motif yang tertuang dalam kain.

“Galeri Batik Kareumbi menyediakan kain batik sampai baju. Tetapi lebih banyak masih dalam bentuk kain,” ucap Ratna.

Untuk harga kain batik ini bervariasi mulai dari Rp90 ribu. Sementara untuk baju seperti kemeja dibanderol Rp200 ribu-250 ribu.

Baca juga:

Belajar membatik

Selain dapat membeli batik khas Subang, pengunjung yang datang ke Galeri Batik Kareumbi bisa juga belajar membatik dengan cara tradisional yakni batik tulis.

“Ada paket hemat Rp25 ribu per peserta, paket tersebut termasuk alat-alat dan media untuk membatik. Terus dapat masker batik,” sambung Ratna.

Pengunjung Galeri Batik Kareumbi tidak hanya berasal dari sekitaran Kabupaten Subang, tetapi juga dari berbagai daerah dari luar Pulau Jawa.

Kendati banyak diketahui warga luar Subang, Ratna merasa batik khas kota nanas ini pun harus dikenal oleh warganya sendiri. Sehingga Ratna pun melakukan promosi dengan berbagai pameran di Kabupaten Subang.

“Soalnya batik khas Subang ini harus lebih diketahui warga Kabupaten Subang, sehingga dapat terus lestari,” ungkapnya.

Galeri Batik Kareumbi, Subang. Foto: Istimewa
Galeri Batik Kareumbi, Subang. Foto: Istimewa

Baca juga:

Batik Siganila untuk peringatan hari ibu di Kemen PPPA

Batik Siganila yang ada pada Galeri Batik Kareumbi, terpilih untuk fashion show virtual yang dihelat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada 22 Desember 2020 mendatang.

“Dari 10 kota kabupaten di Indonesia, salah satunya yang terpilih motif batik dari Kabupaten Subang, ” beberapa Ratna.

Rencananya seluruh kain batik yang terpilih, akan didesain perancang busana Samuel Wattimena. Nantinya pakaian tersebut akan dipakai 10 tokoh perempuan Indonesia yang akan menjadi peragawati dari fashion show virtual peringatan hari ibu. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here