Simak syarat pengurusan akta kelahiran di Kabupaten Bandung, ini jadi hak anak

Akta Kelahiran (Tangkapan layar dari google)
Akta Kelahiran (Tangkapan layar dari google)

Akta kelahiran menjadi salah satu hak anak yang harus diberikan orangtua dan pemerintah kepada anak tersebut. Sebaiknya orangtua mengurus hak anak ini sebelum 60 hari, setelah bayi tersebut lahir.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, Pasal 32.

Berbunyi “Pelaporan kelahiran melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sejak tanggal kelahiran, pencatatan dan penerbitan Akta Kelahiran dilaksanakan setelah mendapatkan keputusan Kepala Instansi Pelaksana setempat”.

Mengutip website resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung, adapun persyaratan untuk pengurusan akta kelahiran, sebagai hak anak yaitu :

Syarat Pencatat akta kelahiran tepat waktu di bawah 60 hari :

  1. Mengisi formulir yang disediakan Disdukcapil
  2. Surat keterangan kelahiran asli dari rumah sakit/dokter/bidan/ penolong kelahiran . Jika tidak ada, dapat diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Kebenaran Data Kelahiran.
  3. Fotocopy KTP Orangtua (ayah dan ibu)
  4. Fotocopy Kartu Keluarga (Nomor Induk Kependdukan (NIK) Anak harus sudah masuk dalam anggota keluarga)
  5. Fotocopy Akta Nikah/Akta Cerai orangtua apabila tidak ada dapat diganti dengan SPTMJ sebagai pasangan suami istri, agar nama ayahnya dapat tercantum dalam Akta Kelahiran
  6. Melampirkan data 2 orang saksi beserta fotocopy KTP saksi.

Baca juga:

Sementara untuk pencatat akta kelahiran tepat waktu di atas 60 hari :

  1. Mengisi formulir yang disediakan Disdukcapil
  2. Surat keterangan kelahiran asli dari rumah sakit/dokter/ bidan/ penolong kelahiran. Jika tidak ada dapat diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Kebenaran Data Kelahiran.
  3. Fotocopy KTP Orangtua (ayah dan ibu)
  4. Fotocopy Kartu Keluarga (Nomor Induk Kependdukan (NIK) Anak harus sudah masuk dalam anggota keluarga)
  5. Fotocopy Akta Nikah/Akta Cerai orangtua apabila tidak ada dapat diganti dengan SPTMJ sebagai pasangan suami istri, agar nama ayahnya dapat tercantum dalam Akta Kelahiran
  6. Melampirkan data 2 orang saksi beserta fotocopy KTP saksi.
  7. Keputusan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Adapun prosedur pelayanan pencatatan Akta Kelahiran tersebut :

  1. Pemohon datang ke Kantor Desa untuk pemohonan Surat Keterangan Kelahiran sebagai dasar perubahan Kartu Keluarga (KK)
  2. Petugas pelayanan di desa mengisi dan menandatangani surat keterngan kelahiran formulir model triplikat.
  3. Petugas pelayanan desa menyimpan formulir lembar ke-1 sebagai arsip dan merekam atau mengirim formulir lembar ke-2 beserta berkas pelaporan dan persyaratan ke Disdukcapil.
  4. Pemohon mengisi formulir dengan melampirkan persyaratan lengkap beserta fotocopinya
  5. Petugas pada Disdukcapil melakukan verifikasi dan validasi terhadap isian formulir dan kelengkapan persyaratan.
  6. Pemohon menandatangani Buku Register Akta Kelahiran beserta 2 (dua) orang saksi
  7. Petugas melakukan proses mencocokan data, pencatatan, pengetikan dan pencetakan kutipan akta kelahiran untuk selanjutnnya diteliti dan diparaf oleh pejabat teknis pada Bidang Pencatatan Sipil
  8. Kepala Disdukcapil memberi persetujuan pencatatan kelahiran lebih dari 60 hari (enam puluh) hari sampai dengan 1(satu) tahun dan menandatangani Buku Register dan Kutipan kelahiran
  9. Proses pembuatan Akta Kelahiran paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap.

Baca juga:

Pengurusan akta kelahiran bagi orang asing :

  1. Mengisi formulir yang disediakan Disdukcapil
  2. Surat keterangan kelahiran asli dari rumah sakit/dokter/bidan/penolong kelahiran (asli). Jika tidak ada dapat diganti dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) Kebenaran Data Kelahiran.
  3. Fotocopy Akta Kelahiran/ Akta Cerai orangtua
  4. Dokumen perjalanan, dan
  5. KTP-el dan Kartu Izin Tinggal Tetap atau terbatas atau visa kunjungan

Prosedur pelayanan pencatatan Akta Kelahiran bagi orang asing :

  1. Pemohon mengisi formulir yang telah disediakan
  2. Formulir yang telah diisi dan persyaratan lengkap beserta fotocopinya diserahkan kepada petugas loket yang telah ditentukan
  3. Petugas loket melakukan verifikasi dan validasi terhadap isian formulir dan persyaratan
  4. Petugas melakukan proses pencocokan data, pencatatan, pengetikan dan penerbitan kutipan akta kelahiran untuk selanjutnya diteliti dan diparaf oleh pejabat teknis pada Bidang Pencatatan Sipil
  5. Kepala Disdukcapil selanjutnya menandatangani buku register dan kutipan akta kelahiran
  6. Kutipan Akta Kelahiran yang telah ditandatangani diserahkan kepada pemohon
  7. Proses pembuatan akta kelahiran paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah persyaratan dinyatakan lengkap.

Baca juga:

Untuk proses pelaksanaan pencatatan Akta Kelahiran di Kabupaten Bandung, pemohon bisa mendatangi langsung Disdukcapil Kabupaten Bandung yang berada di Komplek Pemda, Jalan Raya Soreang Cincin

Selain itu, warga pun bisa melakukan pencatatan akta kelahiran  pada program mobile Administrasi  Kependudukan (Adminduk) yang saat ini baru bisa berlangsung dua kali dalam setahun mengunjungi satu desa di Kabupaten Bandung.

Jumlah desa di Kabupaten Bandung yang mencapai 280 desa memengaruhi waktu kedatangan mobile Admiduk mengunjungi desa-desa yang ada di Kabupaten Bandung.

“Satu tahun rutinnya hanya bisa dua kali mengunjungi satu desa,” terang Pegawai Disdukcapil Kabupaten Bandung, Yanuar Eka Riyadi kepada Simmanews, beberapa waktu lalu. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here