Setelah ikut suntik vaksin Covid, dr Eka tidak lagi kena flu

vaksin
Tes Covid di Jabar. (Dok Humas Jabar)

Seorang relawan vaksin Covid-19 di Bandung, merasa kebal di musim pancaroba dari kemarau ke hujan tahun ini. Padahal musim ini biasanya musim flu batuk. Sang relawan tidak demikian.

Pengakuan tersebut disampaikan Eka Mulyana yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jabar.

Dokter spesialis tulang lulusan Fakultas Kedokteran Unpad ini menuturkan selama menjadi relawan vaksin Covid-19 dirinya tidak mengalami keluhan penyakit, termasuk gejala ringan seperti flu, sakit kepala atau masuk angin.

“Sejauh ini tidak ada keluhan berarti yang timbul. Ga ada sakit kepala, pusing, masuk angin, Alhamdulillah,” kata Eka Mulyana, saat dihubungi, Jumat 30 Oktober 2020.

Baca juga:

Bahkan penyakit flu yang merupakan penyakit umum di musim pancaroba, kali ini tak dirasakan Eka. Padahal ia mengaku tahun-tahun sebelumnya terbiasa kena flu ketika peralihan musim.

“Alhamdulillah flu yang biasanya gampang (terkena) sekarang alhamdulillah sampai selama uji vaksin ini Alhamdulillah belum kena flu lagi, apa kebetulan atau tidak ya Alhamdulillah gitu,” lanjutnya.

“Alhamdulillah sejauh ini baik-baik saja. Mudah-mudahan nanti seterusnya, mudah-mudahan,” tambahnya.

Eka Mulyana mengikuti suntik vaksin berbarengan dengan relawan lainnya. Uji coba penyuntikan vaksin dimulai 11 Agustus lalu dan masih berlangsung hingga kini. Eka masuk dalam gelombang pertama.

Saat ini Eka sudah menjalani penyuntikan kedua atau V2. Bahkan ia sudah menjalani pemeriksaan darah tahap pertama atau V3.

Pengambilan darah dilakukan untuk menguji sejauh mana pertumbuhan antibodi atau antigen vaksin di dalam tubuh relawan.

“V3 kemarin itu pengambilan sampel darah karena sudah mendapatkan dua kali penyuntikan. Pengambilan sampel ini nanti akan dilihat antibodi-antigennya, bahkan kekebalan yang terjadi setelah penyuntikan vaksin. Kira-kira begitu,” paparnya.

Antibodi tersebut berguna untuk melawan virus SARS CoV 2 penyebab penyakit Covid-19. Untuk V4 atau pengambilan darah kedua, menurut Eka, dijadwalkan Februari atau Maret 2021.

Eka sendiri belum diberi tahu hasil pengujian sampel darah saat V3. Karena peneliti baru akan menyimpulkan hasil penelitiannya setelah melakukan observasi pengujian V4.

“Jadi hasilnya kita belum diberi tahu. Nanti tim uji klinis yang prosesnya sampai dengan nanti pengambilan sampel V4 atau sampel kedua. Diproses lagi, nanti hasil secara umum disimpulkan oleh tim uji klinis,” terang Eka.

Sementara itu, uji klinis vaksin tahap akhir ini dilakukan Bio Farma yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad terhadap vaksin COVID buatan Sinovac Biotech, China. Uji klinis dilakukan terhadap 1.620 relawan di Bandung. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here