Selama ikut relawan vaksin Covid, Muhammad tidak pernah masuk angin

vaksin simmanews.com
Ilustrasi Covid-19. (Gambar oleh fernando zhiminaicela dari Pixabay )

Muhammad Satria Nugraha, salah satu dari 1.620 relawan vaksin Covid-19, telah mendapat dua kali suntik uji klinis yang dilakukan PT Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad).

Saat ini Muhammad menunggu tahapan selanjutnya dari proses uji klinis tahap 3 atau tahap akhir. Hari ini, Minggu 11 Oktober 2020, ia akan menyerahkan kartu monitoring uji klinis. Selama menjadi relawan, ia mendapat dua kartu.

Kartu pertama tentang catatan harian aktivitasnya sehari-hari. Kartu kedua tentang gejala yang dirasakan. Muhammad mengaku tidak mengalami gejala apa pun setelah mendapat dua kali penyuntikan.

Ia juga tidak merasakan reaksi tubuh yang aneh antara sebelum dan setelah mendapat penyuntikan. Nafsu makannya pun biasa, tidak ada yang berubah. Badannya sehat, namun tidak pernah sakit, termasuk sakit ringan seperti masuk angin.

“Nafsu makan biasa, sehat-sehat saja, ga masuk angin selama mengikuti uji klinis ini,” ujar Muhammad, saat dihubungi Simmanews, baru-baru ini.

Tak terpengaruh relawan kena Covid

Pemuda 26 tahun asal Antapani, Bandung, ini sempat memerhatikan isu miring yang menerpa uji klinis vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech, China, itu.

Di awal-awal uji klinis yang dilakukan Agustus 2020 itu, ada relawan yang positif Covid-19 beberapa hari setelah mendapat suntik vaksin.

Meski demikian, fakta relawan positif Covid tersebut sudah diklarifikasi peneliti. Bahwa sang relawan setelah disuntik vaksin langsung pergi ke luar kota. Diduga di sanalah ia terjangkit virus.

Baca juga:

Muhammad menuturkan, sebelum penyuntikan, ia dan relawan lainnya telah diwanti-wanti bahwa relawan terbagi ke dalam dua kelompok secara acak untuk mendapat vaksin dan placebo (bukan vaksin).

Relawan juga diharuskan mentaati protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan, dan memelihara higienitas atau kebersihan.

Setelah penyuntikan, relawan juga tidak boleh pergi ke luar kota dulu. Tujuannya tidak lain untuk memudahkan kontrol penelitian.

Mengenai relawan yang positif Covid, Muhammad sudah diberi tahu bahwa relawan tersebut habis pergi ke Semarang, Jawa Tengah, yang waktu itu zona merah.

“Saran peneliti setelah suntik supaya kita menjaga kesehatan, jangan sampai lepas protokol kesehatan. Yang relawan positif Covid dan ternyata dia habis pergi dari Semarang setelah penyuntikan pertama,” tutur Muhammad.

“Padahal kata panitia uji klinis jangan dulu keluar kota sampai penelitian selesai,” lanjut alumnus Unikom tersebut.

Mendengar kabar relawan positif Covid, Muhammad mengaku tidak terpengaruh. Apalagi takut dirinya jadi positif Covid juga.

Meski saat itu sempat tersiar kabar bahwa relawan tersebut positif karena prosedur menjadi relawan, meliputi tes swab, dan lain-lain. Kabar yang tersiar, relawan tersebut terkena akibat terkontaminasi dari alat prosedur tersebut.

“Saya ga takut. Waktu ada relawan positif diduga gara-gara penyuntikan jadi positif padahal tidak. Karena prosedur relawan ini ketat,” katanya. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here