Sayati menuju desa digital, 17 RW pasang wifi gratis

wifi desa sayati
Ilustrasi. (Gambar oleh Olalekan Oladipupo dari Pixabay )

Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung bersiap menuju desa digital. Langkah ini digagas pemerintah desa dengan memasang wifi atau jaringan internet di 17 RW yang ada di desa yang berbatasan dengan Kota Bandung itu.

Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar menjelaskan, pemasangan jaringan internet di 17 RW wilayahnya memang baru masa percobaan. Titik yang dipasang wifi terutama di masjid-masjid.

“Dari 17 RW yang dipasang wifi, titiknya kebanyakan di masjid. Dua hari ini sudah mulai uji coba. Alhamdulillah lancar,” kata Nandar Kusnandar, di desa Sayati, Jumat, 11 September 2020.

Di desa Sayati ada lebih dari 40 masjid. Masjid dipilih menjadi titik pertama yang dipasang wifi karena untuk memberdayakan remaja masjid dan karang taruna setempat. Ke depan, pemasangan wifi akan dilakukan di ruang-ruang publik desa.

Nandar mengatakan, tujuan pemasangan wifi gratis ini untuk mendukung masyarakat melakukan kegiatan daring. Salah satunya memasok kebutuhan kuota internet bagi anak sekolah yang harus belajar jarak jauh di masa pandemi Covid-19.

Selain itu, di musim pandemi ini mayarakat banyak yang membutuhkan kuota internet dan melakukan kegiatan daring. Hal ini dilakukan agar terhindar dari kegiatan tatap muka yang rentan terjadinya penularan Covid-19.

Warga juga diharapkan menjadi proaktif terhadap informasi terkini tentang pencegahan Covid dan informasi lainnya, mudah mengakses kegiatan pemerintahan desa, berinteraksi dengan media sosial desa yang menggulirkan program-program.

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

“Nanti kita arahkan supaya warga interaktif lewat sosial media tanpa harus mengeluarkan biaya internet. Contohnya saat kami posting kegiatan dalam bentuk video atau live streaming, masyarakat bisa melihatnya lewat HP. Sehingga program kami sampai ke masyarakat dan diharapkan menumbuhkan partisipasi dan swadaya masyarakat,” terang Nandar.

Berdayakan pemuda desa lewat ekonomi digital

Kades Nandar Kusnandar memandang, ekonomi digital menjadi kunci kemajuan desa di masa kini dan masa depan, khususnya bagi desa urban seperti Sayati. Ekonomi digital desa bisa memberdayakan para pemuda sebagai motor utama bisnis digital atau online.

“Diharapkan nanti wifi gratis ini bisa merangsang peran serta kreativitas karang taruna, remaja masjid dan komunitas di Sayati untuk berbisnis online,” katanya.

Dalam jangka panjang Nandar ingin menjalankan marketplace berbasis desa yang dikelola para pemuda. Untuk itu ia haru menyiapkan BUMDes Grossir untuk dipasarkan di aplikasi marketplace.

Marketplace tersebut nantinya memasok kebutuhan warung-warung yang banyak tersebar di Sayati. Komoditas yang disiapkan untuk BUMDes antara lain daging sapi, ayam dan beras. Tiga komoditas ini paling realistis karena pihak desa sudah punya mitra.

“Kita ingin hidupkan warung-warung, terutama warung-warung kecil. Targetnya BUMDes jadi grosir untuk kebutuhan warung. Jadi nanti warga diarahkan belanja ke warung bukan ke grosir kami, biar aliran uangnya terdistribusi,” katanya.

Tentu untuk menjalankan program marketpace desa tidak mudah. Nandar mengakui membutuhkan modal yang tidak sedikit. Selain itu, dibutuhkan organisasi atau manajemen yang andal dan profesional.

Meski demikian, ia optimis pemuda desa bisa diberdayakan. Misalnya, akan ada remaja masjid dan pemuda karang taruna akan mendapat pelatihan sebelum digaet ke program ekonomi digital ini.

“Masing-masing RW kita akan mengambil 3 orang pemuda berbakatnya. Nanti ada seleksi,” kata Nandar.

Ia yakin, ekonomi digital akan mengubah pola pikir konvensional menjadi lebih kekinian. Citra karang taruna juga akan berubah, tidak lagi mengandalkan sumbangan warga jika sedang menggelar agustusan atau acara lainnya.

“Karena jika bisnis onlinenya jalan, tinggal diatur keuntungannya untuk pemberdayaan, penyerapan tenaga kerja, maupun kegiatan keagamaan-sosial dan lingkungan,” katanya.

Pemuda desa juga bisa diberdayakan menjadi agen-agen pemasaran jaringan internet kepada warga yang ingin mendapatkan fasilitas internet khusus. Desa Sayati sudah menjalin kerja sama dengan provider internet yang siap menopang program desa.

“Misalnya, ada program paket internet yang include dengan iuran sampah dan keamanan bulanan, dan harganya di bawah pasaran,” katanya. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here