Satu lagi kuliner lezat dari Sayati: soes dessert ala Prancis

kuliner sayati
Soes Frindees Fraiche dari desa Sayati. (Dok Desi Ekawati).

Rasanya yang manis dengan tekstur yang lembut dan renyah, membuat soes banyak digemari masyarakat. Meskipun sebenarnya dessert ini berasal dari Prancis, namun pecinta kuliner tanah air sudah lama mengenalnya.

Maka tak mengherankan jika banyak home industri atau UMKM yang khusus memproduksi soes dengan berbagai jenis rasa yang disesuikan dengan lidah orang Indonesia.

Salah satunya Frindees Fraiche, yang rumah produksinya berada di Permata Kopo Blok CA Nomor 14, Desa Sayati Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

Selain menawarkan warna original soes yaitu berwarna krem, Frindees Fraiche berinovasi menghadirkan beragam warna yang menarik seperti hijau, merah muda, cokelat, sampai hitam.

kuliner sayati

Baca artikel Simmanews lainnya:

Frindees Fraiche tidak memakai pewarna yang aman untuk kesehatan tubuh.

Selain itu, soes yang bentuknya mirip dengan kubis ini memiliki isian fla yang bermacam rasa. Mulai dari chocochips, greentea, redvelvet, black crumbs (oreo), tiramisu, dan lain-lain.

“Untuk bahan kulit soes saya menggunakan tepung terigu, margarin, dan air. Sementara untuk fla hasil campuran dari susu, gula, maizena, whipped cream, serta tambahan aneka rasa fla,” urai Pemilik Frindees Fraiche Desi Ekawati kepada simmanews.com, Selasa 29 Oktober 2020.

Untuk menikmati kenikmatan soes ini, konsumen bisa memesannya secara online, melalui WhatsApp di 0857-900-8454 atau intip akun instagram @friendeesfraiche dan Facebook: kue soes friendees. Harga untuk satu box berisi 12 soes hanya Rp50.000.

Sampai saat ini, soes buatan Desi banyak dipesan warga di sekitaran Bandung, beberapa di antaranya berasal dari Jakarta.

Desi mengatakan hambatan terbesar dalam pemasaran soes ini, yaitu daya tahan soes setelah diisi fla, hanya bertahan selama 24 jam di suhu ruangan.

Sementara jika disimpan di lemari pendingin bisa tahan selama tiga hari, asalkan dalam keadaan tertutup, sehingga kulit soes tidak kering.

“Untuk fla sebenarnya bisa tahan selama 10 hari di dalam lemari pendingin, sementara kulit soes bertahan tiga hari di suhu ruangan,” imbuh Desi. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here