Saat senjata tajam jadi suvenir cantik di “Kampung Golok” Bandung Selatan

ciwidey
Golok produk Kampung “golok” Sukamahi Kecamatan Ciwidey. (Dekranasda Kabupaten Bandung)

Tak selamanya golok jadi senjata atau perkakas. Di tangan perajin golok di Kampung Sukamahi, Bandung Selatan, benda tajam ini justru menjadi souvenir cantik dan indah.

“Kampung golok” tersebut tepatnya di RT 03 RW 03 Desa Mekarmaju Kecamatan Pasir Jambu, Kecamatan Ciwidey.

Di sini kita bisa melihat tangan-tangan terampil perajin golok. Senjata tajam tersebut dipoles menjadi cinderamata unik dan menarik.

Golok dipoles dengan apik di beri gagang sebagai pegangan yang nyaman. Gagang golok terbuat dari kayu yang dikasih sentuhan seni ukir. Sedangkan bilah golok dibungkus sarung kulit.

Tak ada kesan menyeramkan dari golok hias tersebut. Orang akan berdecak kagum dan ingin memilikinya.

Salah satu perajin golok di kampung golok ada di Galeri Ridho Asih. Tak hanya golok, di galeri ini juga dipajang senjata-senjata berukuran antara 20 centimeter hingga 2,75 meter sebagai senjata eksklusif yang khusus dibuat untuk wisatawan.

Jenis-jenis senjatanya terdiri dari pedang atau samurai, karambit, belati, keris, sangkur, hingga kujang yang merupakan senjata tradisional Jabar kujang.

Pengelola Ridho Asih, Dedi Suarna, bilang selain senjata-senjata eksklusif, di kampungnya banyak peralatan biasa baik itu golok, pisau dapur dan lainnya yang di pasarkan ke pasar-pasar tradisional atau oleh pedagang keliling.

Baca juga:

“Untuk yang eksklusif kami kirimkan salah satunya ke tempat tempat wisata termasuk Tangkubanparahu, hotel-hotel serta galeri-galeri tempat wisata,” tutur Dedi, seperti dikutip di blog resmi Dekranasda Kabupaten Bandung, Senin, 26 Oktober 2020.

Kerajinan berbagai jenis senjata itu tak hanya dikirim ke Bandung dan sekitarnya, melainkan ke luar Jawa Barat seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, dan luar pulau Jawa.

Berbicara mengenai pemasaran menurut Dedi Suarna, dirinya sering dibantu dan difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bandung terutama oleh Dekranasda Kabupaten Bandung melalui pameran-pameran.

“Sudah tidak bisa di ingat beberapa kali saya diikutsertakan Pengurus Dekranasda Kabupaten Bandung ikut pameran,” kata Dedi.

Khusus senjata khas Sunda, yaitu kujang pamor, sering diikutsertakan dalam perlombaan pada event-event pameran baik tingkat regional maupun tingkat nasional. Produk Dedi juga sering ikut pameran BPMP Kabupaten Bandung.

Di Kampung Sukamahi tercatat ada sekitar 144 kepala keluarga yang juga hidupnya dari usaha golok baik yang hias maupun pasar. Kebanyakan mereka memproduksi golok untuk pasar-pasar tradisional.

Sebagai kampung golok, kampung ini sudah dikenal wisatawan. Tak heran jika di sini terdapat workshop pembuatan golok yang kerap dikunjungi wisatawan.

Namun Deni mengakui menjalankan usaha home industry bidang golok dan sejenisnya tidak mudah. Ia masih menghadapi kesulitan dari segi pemasaran dan permodalan.

Untuk itu Dedi sangat menjaga hubungan baik dengan Dekranasda Kabupaten Bandung yang selalu memberikan binaan dan mengikut sertakan dalam pameran-pameran. Dedi mengakui sampai saat ini belum mampu untuk ikut pameran dengan biaya sendiri.

Bagi yang berminat berkunjung ke kampung seni pergolokan, patokannya bisa menuju Pasar Ciwidey. Dari situ belok ke kanan lalu berjalan lurus sejauh 2 kilometer menuju Kampung Sukamahi. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here