Ridwan Kamil Bilang produksi vaksin Covid mungkin dipercepat karena darurat

produksi vaksin covid
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Humas Jabar)

Simmanews – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bilang, tidak menutup kemungkinan bahwa Bio Farma akan mulai produksi vaksin Covid-19 dalam waktu dekat sambil menunggu hasil akhir uji klinis pada relawan vaksin.

Uji klinis vaksin Covid-19 yang dilakukan PT Bio Farma dan FK Unpad sendiri masuk babak baru, yakni pemeriksaan darah untuk mengetahui antibodi.

Babak ini masih panjang. Namun karena kondisi darurat penentuan vaksin bisa dipercepat, kata Ridwan Kamil.

Untuk diketahui uji klinis tahap tiga tersebut hasil kerja sama dengan perusahaan vaksin asal China, Sinovac Biotech. Target relawan dalam penelitian ini sebanyak 1.620.

Para relawan tersebut banyak yang sudah menjalani penyuntikan sebanyak dua kali. Selanjutnya mereka menjalani pemeriksaan darah untuk mengecek antibodi.

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil yang juga relawan vaksin Covid-19, juga telah menjalani pengambilan darah. Desember 2020 dia dan relawan lainnya akan menjalani pengambilan darah kedua.

Setelah pengambilan darah kedua, tim peneliti akan menyimpulkan penelitian vaksinnya seraya memantau kesehatan relawan selama tiga bulan ke depan atau Maret 2021.

“Prosedurnya setelah Desember itu masih ada tiga bulan sampai Maret (2021) untuk pengecekan dampak kesehatan dari yang namanya peserta (uji klinis) vaksin,” terang Ridwan Kamil, usai menjalani pemeriksaan darah di Puskesmas Garuda, Bandung, Rabu, 30 September 2020.

“Tapi karena urgensi kedaruratan COVID-19 ini luar biasa, kemungkinan sambil (melakukan tahapan di) Desember (juga) ada kesimpulan. Kalau kesimpulannya baik, sambil berproses menuju Maret, mungkin produksi vaksin bisa kita lakukan di Bio Farma,” lanjutnya.

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Ridwan Kamil juga menyatakan dukungannya kepada pemerintah pusat yang sudah mulai melakukan simulasi distribusi logistik vaksin ke daerah.

“Tanah Indonesia yang berkepulauan ini kunci tantangan (vaksinasi warga) ada pada distribusi logistik. Setelah distribusi logistik, kita doakan proses penyuntikan (vaksin) juga bisa berlangsung tidak terlalu lama,” tuturnya.

Namun, Ridwan Kamil juga mengingatkan masyarakat agar siap menunggu seluruh proses vaksinasi mulai dari eksperimen, testing, produksi, distribusi produksi, penyuntikan, dan lain-lain bisa memakan waktu sepanjang 2021.

Masyarakat diharapkan tetap patuh pada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan memakai masker, menjaga kebersihan, dan menjaga jarak atau menghindari berkumpul.

Terdapat lebih dari 2.000 orang yang mendaftar menjadi relawan uji klinis fase 3 vaksin COVID-19 Sinovac Biotech hingga pendaftaran ditutup 31 Agustus lalu. Dari total pendaftar, dipilih 1.620 orang yang paling sehat. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here