Restoran Sunda Jati Bono, sajikan kuliner unik plus panorama Bandung di atas Punclut

Rumah makan Jati Bono, Punclut. (Instagram @rumah_makan_jatibono)
Rumah makan Jati Bono, Punclut. (Instagram @rumah_makan_jatibono)

Beragam sumber pangan yang ada di tatar Sunda selalu mampu menjadi sajian kuliner yang siap memanjakan lidah. Seperti aneka menu yang ditawarkan Restoran Sunda Jati Bono.

Restoran yang berada di Jalan Raya Punclut Nomor 27 Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat ini memiliki beberapa menu spesial yang unik.

Untuk pecinta kuliner berbahan baku ikan, pindang tongkol honje dan gombyang ikan nila wajib menjadi pilihan.

Pindang tongkol honje ini memiliki cita rasa pedas sekaligus asam segar. Pas disantap buat makan siang.

Rasa pedas dan asam ikan berasal dari pertemuan antara potongan cabai dengan honje (bunga kecombrang) yang memiliki rasa asam dan beraroma khas, mampu membangkitkan nafsu makan.

Apalagi disajikan dengan nasi hangat yang pulen, dijamin akan lupa bagi orang yang tengah menjalani program diet.

Baca juga:

Tak kalah harus dicoba yaitu gombyang ikan nila, jika pindang tongkol honje dimasak dengan cara ditumis. Nah, gombyang ikan nila ini memiliki kuah kuning.

Beragam bumbu rempah bersatu menjadi kuah kuning yang gurih dengan rasa pedas dan asam dari tambahan cabai dan asam. Rasa bumbu yang melimpah tidak hanya terdapat pada kuahnya saja, melainkan juga tembus ke daging ikan nila.

Sementara untuk pecinta makanan berbahan baku daging ayam, sajian ayam inul menjadi unggulan kuliner di rumah makan yang berlokasi di bukit ini.

Menu di rumah makan Jati Bono, Punclut. (Instagram @rumah_makan_jatibono)
Menu di rumah makan Jati Bono, Punclut. (Instagram @rumah_makan_jatibono)

“Nama ayam inul, berasal dari campuran cabai inul (cabai rawit besar), ini menjadi salah satu menu unggulan kami dengan cita rasanya yang pedas,” ucap Pemilik Jati Bono Resto, Ratna Bambang Heryanto kepada Simmanews, belum lama ini.

Ya, tekstur daging ayam yang lembut sangat pas kala berpadu dengan beragam bumbu rempah ditambah sensasi pedas dari cabai inul. Kendati saat memakannya akan keringatan dari rasa pedasnya, tetapi tetap nikmat untuk terus menyantapnya.

Baca juga:

Bersantap sambil cuci mata

Menepikan diri untuk wisata kuliner di Restoran Sunda Jati Bono, pengunjung tidak hanya bisa memilih sajian masakan dominan khas Sunda saja. Posisi tempatnya di kawasan punclut memberikan nilai plus.

Di restoran di atas perbukitan itu pengunjung bisa melihat panorama Bandung secara menyeluruh.

Jika malam hari tiba, suasana romantis akan semakin terasa. Pengunjung dapat melihat pendar lampu Kota Bandung yang terlihat kecil namun banyak.

Selain untuk tempat makan, Jati Bono Resto pun sering pula digunakan untuk acara reuni, rapat, sampai resepsi pernikahan. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here