Quran susah dihafal, pahami penyebabnya

Pondok Pesantren Tahfiz Tahfiz Habiburrohman, Jalan Kopo Sayati Gang Nata 2 RT 05 RW 06 Desa Sayati Margahayu Kabupaten Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)
Pondok Pesantren Tahfiz Tahfiz Habiburrohman, Jalan Kopo Sayati Gang Nata 2 RT 05 RW 06 Desa Sayati Margahayu Kabupaten Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Pondok Pesantren Tahfidz Quran Habiburrahman menggelar pengajian bertajuk “Kilometer Nol: Bedah Quran bersama Kang Yadi”, Rabu malam, 21 Januari 2021. Dari pengajian ini diketahui penyebab mengapa Al Quran sulit dihafal.

“Kenapa menghafal Quran suka susah? Ga hafal-hafal. Padahal Al Quran-nya yang ga mau dihafalin. Ga mau Quran-nya,” kata ustaz Mulyadi atau akrab disapa Kang Yadi, dalam pengajian yang berlangsung di Pondok Pesantren Tahfidz Al Quran Habiburrahman, Jalan Kopo Sayati Gang Nata 2 RT05 RW06 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Jadi menurut Kang Yadi, penyebab Quran susah dihafal ialah karena Al Qurannya yang tidak mau dihafal.

Menurut Kang Yadi, dalam Surah Al Alaa (87) disebutkan bahwa Allah-lah yang menumbuhkan rumput-rumputan yang hijau dan segar untuk makanan binatang dan ternak yang kemudian dijadikan-Nya kering dengan warna kehitam-hitaman.

Baca juga:

Kang Yadi mengambil perumpamaan sebuah pendekatan yang sempat menjadi mitos di masyarakat tentang menghafal Al Quran. Yakni dengan menjadikan ayat tertentu sebagai bahan kopi untuk diminum dengan harapan bisa hafal Al Quran.

“Jemur rumput kemudian dijadikan kopi. Hafal tidak? Tidak. Karena bukan seperti itu tarekah-nya (pendekatannya),” kata Kang Yadi.

Dalam surah beriktunya, kata Kang Yadi, hanya orang tertentu saja yang bisa menghafal Al Quran. Yaitu, “tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. (QS. Al-Waqi’ah: 79)”

Jadi yang menyentuh Al Quran harus hamba-hamba yang suci. Untuk bisa suci, maka diupayakan sebelum menyentuh Al Quran dilakukan wudu terlebih dadulu.

“Tetapi walau sudah wudu tetap tidak hafal-hafal,” kata Kang Yadi. Sebab wudu merupakan upaya untuk menjadi suci. Yang namanya upaya bisa jadi hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

quran

Sebab yang bisa hafal Al Quran adalah orang yang disucikan oleh Allah SWT. Orang yang disucikan akan mudah hafal Al Quran, walaupun cuma mendengar atau membaca ayat yang ingin dihafal satu kali saja.

Siapakah orang yang disucikan sehingga bisa menghafal Al Quran? Kang Yadi kemudian mengutip QS. Al-Baqarah Ayat 269, “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki.”

Hikmah adalah pemahaman yang dalam terhadap Al Quran. Pemahaman di sini lebih dari sekadar menghafal Al Quran di dalam pikiran, melainkan memahami Kitab Suci ini di dalam batin atau kalbu.

Dan orang yang diberi hikmah ialah yang telah disucikan kalbunya. “Jadi sebelum ngaji sucikan dulu jiwanya,” kata Kang Yadi.

Baca juga:

Menurutnya, orang tidak akan bisa menghafal Al Quran jika hatinya belum suci. Karena bisa jadi ada motif tertentu yang mendorongnya ingin menghafal Al Quran.

“Kalau sudah hafal mau dikompetisikan. Jadi apa niatnya? kalau sudah hafal lumayan mertua, tetangga menghargai,” ujarnya.

Niat seperti itu akan menghalangi penghafalan Al Quran. Selain itu, menghafal Al Quran terkait dengan pikiran. Padahal semestinya Al Quran dipahami di dalam kalbu yang suci, bukan di pikiran.

“Karena niatnya hafalan jadi berat. Tapi kalau niatnya mensucikan maka hafalan jadi bonusnya,” katanya. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here