Ponpes Habiburrohman Sayati cetak anak yatim jadi penghafal Quran

Pondok Pesantren Tahfiz Tahfiz Habiburrohman, Jalan Kopo Sayati Gang Nata 2 RT 05 RW 06 Desa Sayati Margahayu Kabupaten Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)
Pondok Pesantren Tahfiz Tahfiz Habiburrohman, Jalan Kopo Sayati Gang Nata 2 RT 05 RW 06 Desa Sayati Margahayu Kabupaten Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Habiburrohman baru buka awal 2020. Ponpes yang didirikan pemilik perusahaan daging sapi Cinta Asih ini telah menghasilkan dua angkatan penghafal Al Quran berlatar yatim dan dhuafa.

Pondok Pesantren Tahfiz Habiburrohman berdiri di Jalan Kopo Sayati Gang Nata 2 RT 05 RW 06 Desa Sayati Margahayu Kabupaten Bandung. Jumlah santrinya sebanyak 80 orang yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia.

Semua santri berlatar yatim dan dhuafa tersebut mendapat pendidikan agama cuma-cuma atau tidak bayar.

Pendiri Ponpes Tahfiz Habiburrohman, Aang Gunawan, menuturkan saat ini kegiatan di ponpes dibatasi karena terkendala pandemi Covid-19.

Aang sudah menyusun program dan visi misi untuk ponpesnya. Ke depan para santri tidak hanya diajari program penghafal Al Quran atau mencetak lulusan pesantren yang hafal kitab suci umat Islam yang merupakan program utama.

Aang sudah menyusun rencana santri Ponpes Tahfiz Habiburrohman juga mendapat keterampilan di luar ilmu agama.

Aang sendiri dengan perusahaan Cinta Asih bergerak di bidang perdagangan daging sapi. Para santri akan dilibatkan untuk belajar peternakan khususunya sapi. “Rencananya di masa bakti para santri juga diarahkan ke sapi,” katanya.

Menurut Aang, santri memiliki masa depan yang masih panjang. Dalam perjalanan hidup mereka juga membutuhkan keterampilan bidang sosial maupun ekonomi, tak hanya ilmu agama.

Tidak semua santri lulusan pesantren harus menjadi ustaz walaupun mereka semua penghafal Al Quran. Selain itu, pendidikan formal termasuk kuliah, tujuan utamanya untuk memahami ilmu secara teoritis semata.

“Kuliah, sekolah, pesantren sebenarnya bukan saja untuk penjurusan, tapi lebih dari itu untuk membuka alam pikiran,” katanya.

penghafal quran
Al Quran. (Gambar oleh Gambar Afshad Subair dari Pixabay)

Baca artikel Simmanews lainnya:

Program pendidikan di Ponpes Tahfiz Habiburrahman saat ini terdiri dari tahfiz 30 juz Al Quran, wawasan Al Quran, wawasan keislaman, wawasan terintegrasi, dan bakti sosial.

Ponpes Tahfiz Ahbiburrohman memiliki visi mencetak generasi penghafal, pengkaji dan pengamal Al Quran.

Untuk meraih visi tersebut, Ponpes Tahfiz Ahbiburrohman menjalankan misi menciptakan lingkungan dan budaya yang kondusif untuk belajar menghafal Al Quran, menanamkan kepribadian yang berakhlak Al Quran melalui pembinaan karakter dan program yang terencana dan konsisten.

Berikutnya, pesantren mengembangkan wawasan peserta didik bidang keislaman dan Al Quran terintegratif guna meraih keimanan dan ketaqwaan, serta mengembangkan berbagai kegiatan dalam proses belajar dan menghafal Al Quran berbasis aplikatif, sosial, masyarakat, dan bangsa.

Ponpes Tahfiz Ahbiburrohman di bawah penanggung jawab Aang Gunawan dan Hj Nani Mulyani. Dewan pembina ponpes ini DR KH Otong Surasman SO. MA., Ust Jamil Abdul Aziz MA.

Sedangkan Kepala Madrasah Ust Sulaiman Arsyad SH., Al Hafiz, dengan instruktur tahfiz Ust Nurwahid Fauzi S.Sos., Al Hafiz., Ust Ahmad Dzikri S.Ag., Al Hafiz, dan Ust Muhammad Adlan Al Hafiz.

Calon santri yang berminat belajar di ponpes ini ialah laki-laki berusia 15 tahun (setara lulusan SMP), yatim dan dhuafa, lancar membaca Al Quran, memiliki semangat menghafal Al Quran, bersedia tinggal di pesantren selama 3 tahun, bersedia mengikuti aturan pesantren, dan istiqomah.

Aang meyakini bahwa hidup ini tak sekadar bisnis dunia, melainkan juga perlu “bisnis” akhirat. Sehingga ia mendirikan pesantren ini.

Setiap bulan ia mengeluarkan biasa operasional untuk pesantren Rp50 juta. “Pengajarnya juga dosen pasca-sarjana dari Jakarta,” kata pengusaha Cinta Asih kelahira 1982 tersebut. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here