PKK Margahayu lawan Covid lewat gerakan sabilulungan

lawan covid
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Margahayu D. Aidah Ischaq memberikan sambutan dalam "Pengajian Rutin Tingkat Kecamatan Margahayu" di Masjid Besar KUA Jalan Sukamenak Gang Sukaluyu RT 06 RW 13 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Simmanews.com – Menekan laju penularan Covid-19 membutuhkan kekompakan dan kebersamaan atau dalam bahasa Sunda dikenal sabilulungan. Tak terkecuali kader ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Sabilulungan menjadi tagline TP-PKK Kecamatan Margahayu dalam melawan pandemi virus SARS CoV 2 penyebab penyakit Covid-19.

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Margahayu D. Aidah Ischaq menjelaskan, dalam kondisi pandemi Covid-19, para kadernya punya peran besar dalam pencegahan, penanganan, dan penanggulangan Covid-19.

Di antaranya melakukan penyuluhan protokol kesehatan seperti memakai masker, selalu menjaga higienitas tangan dan badan, serta menjaga jarak.

Kader PKK Kecamatan Margahayu juga turut melakukan pendataan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya, termasuk memberikan bantuan secara ekonomi berupa nasi bungkus.

Semua usaha tersebut dilakukan lewat gerakan sabilulungan berbagi nasi (Sabernas).

“Melakukan penanggulangan terkait akibat Covid-19 seperti yang sudah dilakukan selama ini melalui gerakan sabilulungan berbagi nasi (Sabernas),” kata D. Aidah Ischaq.

Aidah berbicara dalam sambutan “Pengajian Rutin Tingkat Kecamatan Margahayu” di Masjid Besar KUA Jalan Sukamenak Gang Sukaluyu RT 06 RW 13 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, Rabu, 23 September 2020.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kecamatan Margahayu. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

PKK pun khususnya Kelompok Kerja (Pokja) IV Desa Sayati, kata Aidah harus mengajak warga dalam  melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang meliputi 10 indikator.

10 indikator PHBS itu terdiri persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, pemberian ASI eksklusif, menimbang bayi dan balita secara berkala.

Kemudian, cuci tangan dengan sabun dan air bersih, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, dan memberantas jentik nyamuk.

Berikutnya, konsumsi buah dan sayur, melakukan aktivitas fisik setiap hari selama 30 menit, dan tidak merokok di dalam rumah.

Pengajian tersebut dihadiri puluhan ibu-ibu dari Kecamatan Margahayu yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan. Acara dibuka Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar.

Hadir pula Ketua TP PKK Desa Sayati Fitriyani, perwakilan KUA Kecamatan Margahayu, Kepala Desa Margahayu Tengah, Sekretaris Camat Margahayu. Sedangkan tausiyah disampaikan Ustaz Drs H  JamJam Erawan. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here