Pilkada Kabupaten Bandung, ini visi Dadang Supriatna dan Syahrul Gunawan

bedas
Debat Publik Pilkada Kabupaten Bandung. (Youtube iNews TV)

Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati Kabupaten Bandung mendapat kesempatan memaparkan visi misinya dalam debat publik kesatu yang dihelat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung.

Debat ini mengusung tema: Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Bandung. Debat disiarkan live iNews TV, Sabtu 31 Oktober 2020.

Paslon nomor urut 3 Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan menyampaikakan visi misinya dalam putaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bandung 2020 tersebut.

Pasangan ini memiliki visi terwujudnya Kabupaten Bandung Bedas. Menurut Dadang, Bedas memiliki tiga arti. Pertama Bedas berdasarkan kata bahasa Sunda yaitu kuat jeng gede tanaga (kuat dan besar tenaga).

Kedua berdasarkan nama paslon yang diusung PKB, Demokrat, Nasdem, dan PKS itu, Bersama Dadang Supriatna dan Sahrul Gunawan. Sementara ketiga, berdasarkan akronim yaitu bangkit, edukatif, dinamis, agamis, dan sejahtera.

“Dilengkapi dengan 5 misi, 9 bidang, dan 75 rencana aksi. Tentunya pasangan Bedas dalam lima tahun ke depan akan melakukan terobosan, perubahan di Kabupaten Bandung,” imbuh Dadang.

“Sedikit di antara perubahan kami sebagai pelayan, bukan sebagai majikan daripada warga Kabupaten Bandung,” lanjut Dadang.

Sementara calon wakil bupati Sahrul Gunawan, berjanji akan akan melakukan digitalisasi pelayanan publik.

yena atep
Debat Publik Pilkada Kabupaten Bandung

Baca juga:

Keinginan ini terpetik setelah Sahrul mendengarkan curahan hati (curah), dari salah satu petani di Cipelah yang kesulitan mengurus kartu tanda penduduk (KTP).

“Saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya, ke ujung Selatan Kabupaten Bandung. Tepatnya di Cipelah, saya bertemu dengan Mang Dayat seorang petani yang mengeluhkan betapa sulitnya membuat KTP,” beber Sahrul.

Debat publik digawangi tim perumus materi. Pertama Guru Besar Komunikasi Politik pada Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Univeritas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Profesor Karim Suryadi.

Kedua, Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan serta Direktur Program Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Profesor Muradi.

Ketiga, Guru Besar atau Wakil Rektor IV Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Profesor Ulfiah.

Debat kali ini berlangsung dalam tiga sesi, yaitu sesi pertama pemaparan visi dan misi. Sesi kedua menjawab pertanyaan dari tim perumus materi dan sesi ketiga tanya jawab antar paslon tentang visi dan misinya.

Masing-masing paslon mendapatkan waktu 3 menit dalam memaparkan visi misi, mengajukan pertanyaan, dan menjawab pertanyaan.

Sementara itu, Pilkada Kabupaten Bandung sendiri berlangsung di masa pandemi Covid-19 di mana semua tahapan harus taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here