Penyakit diabetes menyerang ratusan juta orang di dunia, bagaimana mengatasinya?

Penyakit diabetes menyerang ratusan juta orang di dunia, bagaimana cara mengatasinya?
Gula. Ilustrasi penyakit diabetes (Gambar oleh designfoto dari Pixabay)

Dari waktu ke waktu, angka penderita penyakit diabetes atau kencing manis di dunia terus meningkat. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) yang diperbarui per Juli 2016, jumlah penderita diabetes pada 2014 mencapai 422 juta jiwa.

Angka tersebut meningkat sekitar empat kali lipat, dibandingkan pada 1980 yang mencapai 108 juta jiwa. Tingginya angka penyakit diabetes tersebut dipicu berbagai hal antara lain, faktor keturunan dan pola hidup yang tidak sehat, sehingga mengganggu keseimbangan kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh pasien.

Dalam “Buku Pintar Diabetes”, K Safira menjelaskan berbagai cara untuk mencegah dan mengontrol diabetes. Secara umum penyakit ini terdiri dari empat jenis, yang sangat berkaitan erat dengan penyebabnya.

Pertama diabetes tipe 1 yang sangat berhubungan erat dengan unsur keturunan, dari keluarga pasien yang memiliki riwayat penyakit ini.

Kedua diabetes tipe 2, salah satu penyebab timbulnya tipe ini karena kelebihan berat badan (obesitas). Ketiga diabetes gestasional yang dikenal sebagai diabetes yang dipicu oleh kehamilan.

Pada situasi tertentu, kehamilan dapat meningkatkan kadar gula darah. Sering kali, kasus ini terdiagnosa saat usia kehamilan sudah separuh jalan sampai dengan trimester akhir. Keempat diabetes insipidus, berkaitan dengan adanya masalah pada ginjal. Pada kasus ini, ginjal tidak dapat merespons hormon yang mengatur keseimbangan cairan (hal 10).

Meskipun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, bukan berarti pasien tidak memiliki harapan hidup dan menjalani kehidupan dengan normal. Asalkan, pasien dapat mengelola pola hidup yang sehat dan selalu berkonsultasi dan berobat kepada tim medis yang ahli dalam penyakit ini.

Pasien harus selalu menjaga pola makan dan diet, hal ini sangat penting terutama dalam memastikan jumlah asupan karbohidrat yang tidak berlebihan. Sedangkan dalam mengatur diet ada beberapa tips, memperbanyak variasi makanan yang disantap dalam sekali makan seperti kombinasi sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh.

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Sejarah masker sebelum flu Spanyol dan pandemi Covid 

Karena pandemi Covid-19, ruang kerja atau rumah ber-AC tidak lagi relevan 

Ratusan juta orang menderita diabetes, bagaimana agar bebas dari penyakit kencing manis ini?
Cover “Buku Pintar Diabetes”

Judul Buku      : Buku Pintar Diabetes: Kenali, Cegah, dan Obati!

Penulis : K Safira

Tebal               : viii + 151 halaman

Penerbit           : Healthy

Cetakan           : I, 2018

ISBN               : 978-602-5469-99-2

Perhatikan juga asupan kalori, yang besarnya tergantung pada tingkat aktivitas, jenis kelamin, dan usia dalam menjaga berat badan. Selain itu penderita diabetes diwajibkan untuk berhenti merokok. Kandungan nikotin dalam rokok dapat mempersempit dan mengeraskan pembuluh darah, yang akhirnya membatasi aliran darah di seluruh tubuh.

Olahraga secara teratur dapat membantu penderita, dalam mengontrol gula darah dan bahkan menurunkan risiko terserang penyakit kardiovaskular. Ketika tubuh bergerak aktif, otot-otot yang digunakan untuk menggerakan badan pun menggunakan lebih banyak glukosa dibandingkan otot-otot yang sedang beristirahat (hal 136).

Dalam buku yang terdiri dari delapan bab ini, penulis menjabarkan berbagai penyakit yang akan muncul jika penderita diabetes tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Pasien diabetes memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit jantung dibandingkan orang tanpa diabetes. Penyebabnya karena pengerasan pembuluh arteri koroner atau aterosklerosis.

Gangguan pada ginjal pun termasuk komplikasi dari efek diabetes, sebab ginjal pasien yang menderita diabetes akan dipaksa untuk bekerja lebih keras dalam menyaring darah.

K Safira juga menyinggung beberapa tanaman yang dapat digunakan untuk mengendalikan kadar gula darah seperti bawang, ginseng, pare, kemangi suci, buah kaktus, dan kelabat. Buku ini tidak hanya cocok dibaca penderita diabetes tetapi semua orang, sehingga dapat menjaga kesehatan tubuhnya dari diabetes. Selamat membaca. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here