Penelitian vaksin Covid di Bandung jangan diburu-buru

penelitian vaksin
Tes Covid di Jabar. (Humas Jabar)

Pandemi global Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda berhenti, walaupun ada harapan pada penelitian vaksin yang merupakan satu-satunya jalan terbebas dari wabah virus SARS CoV 2 (penyebab penyakit Covid-19).

Saat ini peneliti sedang bekerja keras melakukan penelitian vaksin virus, termasuk di Bandung yang menjadi pusat uji klinis vaksin Covid-19 di Indonesia.

Seluruh warga Indonesia berharap uji coba vaksin Covid buatan Sinovac Biotech, China, itu berjalan lancar. Bahkan tidak sedikit orang yang ingin penelitian ini dipercepat.

Baca juga:

Akan tetapi yang namanya penelitian tidak bisa diburu-buru. Apalagi ini penelitian yang menyangkut kebutuhan mendesak semua orang di dunia agar bebas dari penyakit yang akan mematikan jika penanganannya tidak tepat.

Seorang relawan vaksin Covid-19 di Bandung yang juga Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jabar, Eka Mulyana, menyebut bahwa penelitian vaksin memang tidak bisa tergesa-gesa atau diburu-buru.

Dokter spesialis tulang lulusan Fakultas Kedokteran Unpad ini menuturkan, semua pihak diharapkan sabar menunggu proses uji klinis yang melewati serangkaian prosedur ketat agar hasil uji coba ini berjalan aman dan lancar.

Saat ini, uji klinis vaksin yang dilakukan hasil kerja sama Sinovac bersama PT Bio Farma dan Fakultas Kedokteran Unpad itu masuk fase uji sampel darah. Fase ini untuk mengetahui sejauh mana vaksin menghasilkan antibodi untuk melawan virus corona.

Eka sendiri sudah dua kali menjalani penyuntikan, dan sekali menjalani pemeriksaan antibodi. Sesuai prosedur, pemeriksaan antibodi berlangsung dua kali. Pemeriksaan antibodi terakhir arau disebut V4 dijadwalkan antara Februari-Maret 2021.

“Vaksin ini kita tunggu sampai tahap ketiga betul-betul telah selesai secara uji klinisnya, secara penelitiannya. Jangan sampai sebelum selesai oleh tim uji klinis kita harap untuk segera distribusikan,” kata Eka Mulyana, saat dihubungi Simmanews, baru-baru ini.

Baca juga:

Ia menegaskan, saat ini memang darurat penularan Covid dengan status pandemi global. Namun unsur kehati-hatian dalam melakukan penelitian vaksin Covid pun tidak bisa dikesampingkan.

“Ga boleh tergesa-gesa. Yang pastinya setelah 2021 (penelitian vaksin) baru bisa hasil seperti yang disampaikan Ketua Uji Klinis Prof Kusnandi Rusmil,” tandasnya.

Untuk diketahui, penelitian vaksin Covid-19 yang dilakukan Bio Farma dan FK Unpad melibatkan 1.620 relawan dari Bandung Raya termasuk Eka. Penelitian ini dipimpin Prof Kusnandi Rusmil, Guru Besar Unpad yang sudah berpengalaman melakukan uji klinis vaksin di Indonesia. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here