Pekan ini tenaga kesehatan di Jabar mulai suntik vaksin Covid

vaksin
Ilustrasi vaksin. (Gambar oleh Alexandru Strujac dari Pixabay)

Tenaga kesehatan di Jawa Barat mulai pekan ini dijadwalkan akan menerima suntik vaksin Covid-19. Suntik vaksin diharapkan bisa menangkal virus Corona.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil bilang, setelah tenaga kesehatan, penyuntikan akan dilakukan terhadap kepala daerah, antara lain, bupati dan walikota.

“Minggu ini akan dimulai vaksin pertama kepada tenaga kesehatan, kepada kepala daerah di level provinsi wakil gubernur, saya akan dampingi bersama Kapolda dan Forkopinda,” kata Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Bandung, Senin, 11 Januari 2021.

Penyuntikan vaksin yang diawali para nakes dan pimpinan daerah bertujuan untuk menunjukkan bahwa vaksinasi Covid penting dilakukan demi menurunkan jumlah penularan penyakit pandemi ini.

Baca juga:

Rencana penyuntikan tersebut juga didukung dengan telah keluarnya fatwa halal dari MUI yang diharapkan mampu meredam hoaks atau kekhawatiran di masyarakat terkait vaksin.

“Halal tidaknya vaksin sudah keluar dari MUI. Maka tolong media agar memasifkan pemberitaan ini, karena hoaks-hoaks, kekhawatiran, masih terus berlangsung,” katanya.

Menurutnya sosialisasi tentang vaksin sangat penting agar mensukseskan program vaksinasi Covid nasional. Ia mengungkap hasil survei bahwa belum 100 persen warga yang mengetahui pentingnya vaksin ini.

“Hasil surveinya warga yang paham tentang vaksin baru 75 persen, jadi ada 25 persen yang mungkin di daerah terpencil yang tidak tahu apa itu vaksin Covid,” katanya.

Baca juga:

Mengenai persiapan vaksinasi sendiri, Ridwan Kamil bilang saat ini pihaknya sudah melatih 11 ribu relawan vaksinator (penyuntik vaksin). Jumlah vaksinator ini akan ditingkatkan menjadi 4 kali lipat vaksinator.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo mentargetkan vaksinasi selesai dalam waktu kurang dari setahun. Dengan demikian, Covid akan menurun dan ekonomi akan tumbuh.

Jika vaksinasi selesai dalam setahun, diprediksi pertumbuhan ekonomi mencapai 4 persen. Dan tahun depan diprediksi tumbuh 6 persen. “Itu kalau vaksinnya selesai dalam 1 tahun,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menginginkan vaksinasi selesai lebih cepat lagi, yakni 6 bulan. Untuk itu ia akan meningkatkan jumlah puskesmas atau titik-titik penyuntikan vaksin Covid. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here