Paguron pencak silat Gadjah Putih Sayati bocorkan rahasia hidup sehat, mau tahu?

pencak silat gadjah putih
Ilustrasi pencak silat. (jabarprov.go.id)

Pencak silat bukan seni beladiri tradisional semata. Di balik olah fisik ini, terdapat segudang manfaat lahir dan batin. Apa saja manfaat pencak silat? Bambang Sucipto, koordinator Gadjah Putih Desa Sayati, buka-bukaan manfaat pencak silat untuk pembaca Simmanews.com.

Pertama, kata Bambang Sucipto, sudah pasti pencak silat merupakan jenis olahraga yang merupakan bagian dari gaya hidup penting. Yang namanya olahraga, pasti memiliki efek positif bagi jiwa dan raga.

“Manfaat pertama pencak silat fisik tambah bugar. Meski untuk awal-awal (pemula) badan akan terasa sakit, tapi setelah biasa justru jadi sehat, Alhamdulillah,” kata Bambang yang membuka paguron pencak silat Gadjah Putih Megapaksi Pusaka – Putra Mahdar Pusaka di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Selain bermanfaat secara jasmani, Bambang Sucipto bilang pencak silat juga baik buat kesehatan mental atau ruhani. Seni pencak silat bukan untuk menyombongkan diri melainkan untuk melatih sekaligus mengendalikan emosi.

Pencak silat melatih kesabaran selama menjalani proses latihan. Apalagi jika pencak silat dipelajari sejak anak-anak atau usia dini. Anak-anak merupakan generasi muda yang rencat secara emosi.

Dengan pencak silat, mereka mendapat tempaan fisik dan mental. “Sehingga anak-anak yang berlatih pencak silat ke depannya bisa lebih kalem, emosinya bisa terjaga atau stabil,” kata Bambang.

Baca juga:

Orang yang pertama berlatih pencak silat di Gadjah Putih mendapat pelajaran dasar berupa jurus-jurus fisik. Di balik jurus dasar ini ada nilai filosifi dari moto Gajah Putih: elmu luhung, teu adigung, sakti diri teu kumaki, yakin usik kersaning ilahi.

Arti moto Gadjah Putih tersebut kurang lebih, punya ilmu tinggi tetap memaknai nilai-nilai ilahi sehingga tidak sombong dalam melakoni kehidupan ini.

Murid-murid pencak silat Gadjah Putih dituntut peduli terhadap sesama, tidak saling menghina, menghargai sesepuh atau orang tua.

Mereka dididik menghormati karuhun atau leluhur dan nilai-nilai luhung yang diwariskan, tidak meremehkan orang kecil atau warga kurang mampu.

Pemaknaan terhadap filosofi pencak silat itu menimbulkan pembawaan positif pada diri. “Karena kegiatan ini positif maka energi yang dihasilkan pun positif. Pikiran negatif digeser, otak menjadi fresh dan cerdas,” terang pemuda 23 tahun yang sejak kecil sudah bersentuhan dengan pencak silat Gadjah Putih.

Jadi, pencak silat adalah seni tradisi yang memiliki nilai-nilai penting jika terus dilestarikan dan dipelajari berbagai generasi. Yuk, silat! (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here