Nikmatnya kue kacang ‘Dapur Kania’ dari Desa Sayati

kue kacang
Kue kacang buatan Dapur Kania, Desa Sayati, Kecamatan Margahyu, Kabupaten Bandung. (Dok Dapur Kania)

Kue kacang sering menjadi kue suguhan saat perayaan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru. Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah membuat lidah bergoyang dan bikin ketagihan.

Seiring dengan bergulirnya waktu, cookies legendaris ini tidak hanya bisa dicicipi saat perayaan hari besar maupun tahunan, tetapi juga bisa dinikmati setiap saat. Beberapa home industri, menjadikan kue kacang sebagai produk unggulan yang ditawarkan.

Salah satunya Dapur Kania. UMKM ini mulai memproduksi kue dengan bahan utama tepung terigu dan kacang tanah ini sejak 2018.

Kue kacang buatan Dapur Kania, Desa Sayati, Kecamatan Margahyu, Kabupaten Bandung. (Dok Dapur Kania)
Kue kacang buatan Dapur Kania, Desa Sayati, Kecamatan Margahyu, Kabupaten Bandung. (Dok Dapur Kania)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Kudapan ini bisa tahan dalam waktu empat bulan tanpa adanya penurunan kualitas rasa dan kerenyahannya. Kue kering berwarna kuning telur ini diproduksi Dapur Kania di Permata Kopo Blok EB 45 RT 04/RW 15, Desa Sayati, Kecamatan Margahyu, Kabupaten Bandung.

“Saya memilih memproduksi ini, karena termasuk makanan legendaris dan sangat mudah pembuatannya,” ujar pemilik Dapur Kania, Ana Febriani kepada Simmanews.com, baru-baru ini.

Ana menjelaskan meskipun produk rumahan, tetapi dia menjamin proses pembuatan kue ini higienis dengan rasa dan tampilan kue yang tidak kalah dengan buatan produsen lain.

Dapur Kania menambah topping pada bagian atas kue kacangnya. Topping berupa wijen dan kacang almond sehingga memberikan keistimewaan rasa.

Selain kue kacang, Dapur Kania pun memproduksi aneka kue kering lainnya seperti kue nastar, kue putri salju, dan kue keju. Adapula bolu jadul, brownies sekat, roti sobek, puding, dan lain-lain.

Kue kacang buatan Dapur Kania, Desa Sayati, Kecamatan Margahyu, Kabupaten Bandung. (Dok Dapur Kania)
Kue kacang buatan Dapur Kania, Desa Sayati, Kecamatan Margahyu, Kabupaten Bandung. (Dok Dapur Kania)

“Untuk bolu jadul bisa tahan tiga sampai lima hari, sementara brownies sampai satu minggu, dan roti hanya tiga hari,” tutur Ana.

Sebagai usaha rumahan, Ana mengaku hambatan terbesar dalam menjalankan usahanya adalah pemasaran dan promosi. Untuk itu, dia seringkali mengikuti bazaar yang diadakan berbagai pihak baik swasta maupun pemerintahan dan promosi di media sosial.

Ana sendiri melakukan penjualan secara online di nomor kontak 0813-8035-9023 dan marketplace Shopee maupun melalui Instagram @dapur.kania.

Lewat upaya pemasaran online, Ana berusaha mengibarkan kue kacangya agar sejajar dengan kue kacang yang lebih dulu punya brand. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here