MUI akan audit halal vaksin Covid-19 Bandung

vaksin covid bandung
Ilustrasi vaksin covid (Gambar oleh emmagrau dari Pixabay)

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, menjelaskan pengadaan vaksin Covid-19 Bandung untuk Indonesia, telah ditetapkan oleh pemerintah. Yaitu sebanyak 170 juta jiwa atau sekitar 60% dari total jumlah penduduk Indonesia.

Dengan kata lain, Indonesia memerlukan vaksin Covid-19 sebanyak 340 juta dosis dalam kurun waktu setahun.

Honesti Basyir bilang, tentu saja hal itu merupakan program besar, sehingga harus dikelola dengan baik sejak awal dari mulai uji klinis fase 3, produksi hingga distribusi dari Bio Farma.

Distribusi sendiri berjenjang mulai tingkat provinsi sampai dengan tingkat puskesmas, termasuk tenaga kesehatan yang memberikan vaksin Covid-19
kepada masyarakat.

Saat ini perusahaan vaksin pelat merah tersebut sedang melakukan uji klinis vaksin Covid Bandung buatan Sinovac, China, fase 3 atau akhir. Uji klinis dilakukan Bio Farma bersama Fakultas Kedokteran Unpad.

Honesti Basyir juga menjelaskan, program vaksinasi Covid-19 perlu mendapat pengawalan dari seluruh stakeholder.

“Sehingga program ini dapat berjalan sesuai prosedur, dan juga dieksekusi sehingga nanti masyarakat yakin bahwa vaksin Covid-19 yang akan diberikan kepada masyarakat, sudah sesuai dengan peraturan dari Badan POM yang pada akhirnya bisa menghentikan penyebaran virus Covid-19,” ujar Honesti Basyir, dikutip dari keterangan resminya, Senin, 19 Oktober 2020.

Untuk diketahui, Honesti dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) telah melakukan inspeksi ke beberapa site uji klinis fase 3 di Bandung, Jum’at 16 Oktober 2020.

Direktur Registrasi Obat Badan POM Riska Andalusia, mengatakan setelah uji klinis fase 3 selesai, vaksin Covid-19 akan diproduksi oleh Bio Farma. Dalam proses produksi ini harus memenuhi aspek mutu, khasiat, keamanan.

Bio Farma pun tetap akan berada di bawah pengawasan Badan POM untuk pemenuhan perarturan Good Manufacturing Practices (Cara Pembuatan Obat yang Baik).

“Tiga aspek tadi, khasiat, kemanan dan mutu, harus dipenuhi oleh Bio Farma, sebagai pendaftar vaksin Covid-19 untuk nanti dinyatakan layak atau tidak oleh Badan POM untuk diproduksi hingga distribusi,” ungkap Riska.

Untuk menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19 Bandung mulai dari bahan baku dan lainnya
BPOM akan terbang ke Sinovac China untuk visit audit proses pengembangan dan produksi vaksin corona di fasilitas Sinovac di Beijing, China.

Masih bagian menjaga dan menjamin kualitas vaksin Covid-19, BPOM juga akan berkoordinasi dengan LP POM Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melaksanakan audit halal bagi vaksin Covid-19.

BPOM juga akan memastikan fasilitas dan proses produksi Vaksin Covid-19 di Bio Farma memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP). (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here