Meski zona merah Covid, bioskop di Bandung mulai buka

bioskop bandung
Ilustrasi bioskop. (Dok Pemkot Bandung)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah mengizinkan 9 dari 15 bioskop, untuk beroperasi kembali. Setelah berhenti beroperasional sejak merebaknya penyebaran Covid-19.

“Kurang lebih satu setengah bulan lalu sudah mendapatkan izin. Tapi proses impor filmnya yang cukup lama, baru tanggal 9 Oktober kemarin itu mereka baru siap dan mereka buka,” terang Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dalam keterangan resminya, Minggu 11 Oktober 2020.

Yana menjelaskan sebelum mendapatkan izin operasional kembali, para pengelola bioskop telah melakukan simulasi.

Selain itu, pengelola bioskop harus membuat pernyataan untuk menerapkan standar protokol kesehatan yang sangat ketat, agar tidak terjadi klaster baru.

Yana mengungkapkan saat simulasi standar protokol kesehatan sudah cukup baik. Tetapi dahulu harus ada perbaikan dari sirkulasi udara karena berada di ruangan tertutup.

“Waktu itu (simulasi) kita minta salah satunya memperbaiki sirkulasi, exhaust, setelah ditinjau lagi memang mereka sudah lakukan,” ucapnya.

Baca juga :

Meski telah beroperasi kembali, Yana menilai kunjungan bioskop masih terhitung sepi. Masyarakat masih khawatir untuk beraktivitas dalam ruangan tertutup. Pengunjung bioskop pun hanya 4 sampai 5 orang per studio.

“Meski pun kita juga sangat berhati-hati merelaksasi sektor ekonomi. Karena tidak hanya sekedar menerapkan standar protokol kesehatan saja,” tegas Yana.

Relaksasi bioskop saat zona merah

Menanggapi relaksasi bioskop saat Kota Bandung menyandang status zona merah dari Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), Yana menerangkan saat ini angka reproduksi virus kurang dari angka 1.

Hal itu menunjukan pandemi covid-19 wilayah Kota Bandung relatif terkendali.

“Sebetulnya sejak Juni sampai hari ini angka reproduksi virus di Kota Bandung kurang dari angka satu. Tapi pada 20-23 September itu cukup tinggi menyentuh 1,22,” jelas Yana.

Saat itu Pemkot Bandung melakukan tes masif pada kurang lebih 3.000 aparatur sipil negara (ASN), hasilnya 10 persen positif. Menurut Yana angka reaktif virus meningkat, hal ini sebagai konsekuensi dari tes masif.

“Alhamdulillah sekarang sejak 24 September sampai hari ini reaktif virus kurang dari satu. ASN sekitar 320 orang yang positif itu juga rata-rata OTG (Orang Tanpa Gejala). Kemarin pun sudah sembuh semua,” pungkas Yana. (Yatni Setianingsih/simmanews.com)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here