Mengenal teknologi Kecerdasan Buatan ( Artificial Intelligence ) kepada Yugie Nugraha Putra Asli Kabupaten Bandung Yang Go Internasional.

dokumentasi - Humas Kota Bandung
Yugie Nugraha bersama Ridwan Kamil saat menjelaskan teknologi VR - dokumentasi Humas Bandung

Tim Redaksi berhasil mewancarai Yugie Nugraha ( 31 ) . Pria Asli Kabupaten Bandung yang  kini menjadi Direktur perusahaan Jepang dalam mengembangkan kecerdasan buatan di Indonesia .

Kepada Tim Redaksi yang diwawancarai Selasa , 23  Februari 2021 melalui aplikasi Zoom , Yugie Nugraha menjelaskan karir pertama yang dilakoni nya Tahun 2012 di perusahaan Microsoft Indonesia sebagai Evangelist Developer Campaign , Tugas beliau adalah membantu mengembangkan perusahaan start Up di Indonesia melalui Microsoft , setelah itu tahun 2017 menjadi AI research dan Product Manager di tempat yang sama .

Pada Tahun 2017 Yugie Nugraha dipercayakan Oleh Microsoft Indonesia untuk Mengepalai project  Kecerdasan buatan dari Microsoft yang dinamai RINNA . Sekarang RINNA adalah Entitas sendiri milik RINNA  Co.ltd  yang berkantor di jepang yang fokus kepada pengembangan kecerdasana  buatan , dan Yugie  Nugraha diberikan tanggung jawab sebagai Direktur Rinna untuk di Indonesia.

Putera Asli kabupaten Bandung , Kecamatan Margahayu ini  menjelaskan kecintaannya kepada dunia teknologi khusus nya dunia kecerdasan buatan , berikut penjelasan narasumber kepada kami .

“AI ( Artificial Intelligence ) adalah kecerdasan buatan mesin yang pada intinya mengolah data ( big data ) , sama seperti kecerdasan manusia , mesin ini pun dilatih ( training ) sehingga melalui proses pembelajaran dengan beberapa data yang disematkan oleh pengembangnya ”  Yugie Nugraha

Yugie Nugraha zoom bersama redaksi Simmanews

” teknologi AI sudah biasa didalam kehidupan sehari hari , contoh nya adalah face recognition ( pengenalan wajah ) di smartphone kita dan juga sebagai mesin absensi kerja , Ketika masuk ke Mall ada pengaturan suhu tubuh dengan mendeteksi panas ,  Trans Jakarta pun sudah ada yang bisa mendeteksi jumlah muatan dan berapa kapasitas yang memadai untuk penumpang .  dan banyak sekali teknologi AI yang tanpa kita sadari sudah menjadi bagian dari kehidupan kita ”  Yugie Nugraha 

Sejalan dengan program pemerintah  industri 4.0 , industri harus siap mengadopsi teknologi khususnya kecerdasan buatan , tantangan yang dihadapi adalah kurangnya informasi dan edukasi yang diberikan kepada industri yang masih tidak peka terhadap tantangan teknologi kedepan.

Tidak hanya di perusahaan  teknologi saja , AI  menjadi pelengkap di semua industri  terutama Jawa Barat yang kaya akan sumber daya pertanian dan perkebunan, AI sudah masuk kedalam bisnis pertanian & perkebunan dengan memanfaatkan  pendeteksi hasil pertanian yang bisa mendeteksi dan memperkirakan hama yang akan menyerang dan kemungkinan hasil yang berhasil dan tidak . Dari sisi perikanan bisa dilihat dari pelacakan ikan dan penghitungan ikan- ikan yang sehat dan  pendistribusian penjualan melalui aplikasi .

Kita sudah memasuki tren kebanjiran informasi , semakin lama informasi sudah tidak bisa terbendung , dengan teknologi AI informasi akan disaring dan akan disajikan sesuai dengan apa yang kita inginkan , begitu pun dengan internet , kedepannya perlu pengaturan ( etika ) perusahaan pembuatan AI dalam memastikan teknologi AI ini aman digunakan dam  memastikan privacy pengguna.

 

Bagian pertama

 

Redaksi Simmanews

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here