Memanjakan lidah di Kedai Kopi Tarik Ulur Bandung

kopi
Kedai Kopi Tarik Ulur, Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Kopi asal Aceh khususnya kopi gayo termasuk salah satu kopi yang memiliki rasa paling enak di dunia. Tidak mengherankan jika banyak kedai kopi yang menyajikan kopi Serambi Mekah ini.

Kopi gayo pun cukup tenar di Bandung, seperti yang disajikan Kedai Kopi Tarik Ulur. Sebelum menikmati sensasi rasa strong khas kopi gayo, di kedai yang berlokasi di Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung ini penikmat kopi dapat melihat proses pembuatan kopi tarik atau kopi saring yang masih berlangsung secara tradisional.

Peracik kopi akan menyiapkan dua wadah berbentuk tabung, air, kopi, dan saringan. Dengan cekatan, tangan peracik kopi ini memasukkan campuran air dan kopi dalam wadah tersebut dengan takaran tertentu ke dalam saringan yang telah dialasi dengan wadah yang lain.

Kemudian dari wadah tersebut masuk ke dalam saringan kembali, sampai akhirnya menghasilkan segelas kopi tarik yang siap untuk disajikan.

“Saya memang suka kopi, yang saya suka kopi tarik. Ada temen yang ngajakin pengin bangun tempat kopi yang bukan pakai mesin, jadi ini yang dipilih,” cerita Pemilik Kedai Kopi Tarik Ulur, Agung Pramudya Wijaya kepada Simmanews, beberapa waktu lalu.

Agung yang biasa dipanggil Pecunk ini membangun bisnis kuliner bersama Brian Yuliarto (Dekan Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB Bandung).

Pecunk bilang, sengaja menyediakan kopi tradisional karena ingin menawarkan pilihan kopi yang unik dan berbeda dari tempat kopi lainnya, yang banyak menyajikan kopi modern menggunakan mesin.

Selain kopi tarik, pengunjung dapat memilih minuman lainnya yang tak kalah menarik dan berbeda dengan tempat lainnya. Mulai dari es sirop markisa, teh tarik panas, es teh tarik, es sirop timun kerok, dan lain-lain.

Kedai Kopi Tarik Ulur di Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)
Kedai Kopi Tarik Ulur di Jalan Terusan Cigadung No 6 Kota Bandung. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

Makanan yang enak dan unik

Kedai kopi tarik ulur yang berdiri sejak 2017 ini, tidak hanya menyajikan sajian kopi dan beragam jenis minuman.

Tempat ini pun menawarkan beragam kuliner, yang unik dengan rasa yang pastinya memanjakan lidah para pecinta kuliner.

Mulai dari ayam tangkap khas Aceh, berbeda dengan ayam tangkap pada tempat kuliner lainnya yang menyajikan bersama sambal aslinya berupa sambal kecap. Dosen Jurusan Desain Produk Itenas ini, berinovasi meracik sambal dengan rasa yang pedas.

“Banyak pelanggan yang request ingin sambal lain, saya pun bereksperimen bikin sambal yang pedes banget ini. Pelanggan banyak yang menyebutnya sambal tarik, karena rasanya yang pedas,” bebernya.

Keunggulan ayam tangkap di kedai ini memiliki tekstur daging ayam kampung yang lembut dengan bumbu yang meresap, ditambah dengan beragam rempah yang digoreng sebagai ciri khas ayam tangkap.

Rempah tersebut berupa tumbukan lengkuas, potongan cabai hijau, cabai merah, daun kari, dan pandan yang dapat disantap dengan sambal tarik dan nasi hangat yang pulen.

“Saya enggak mau sekedar menu ayam goreng, tetapi harus beda. Menu harus unik dan enak, enggak mau yang pasaran. Jadi dipilihlah ayam tangkap. Saya inginnya Kedai Kopi Tarik Ulur identik dengan ayam tangkap di Bandung, kalau ayam tangkap di Bandung identiknya ini,” imbuhnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by simma news (@simmanews)

Tempat makan yang memiliki beragam menu unik dari berbagai daerah ini, tidak hanya menghadirkan menu suatu daerah yang sudah ada dengan sentuhan khas Kedai Kopi Tarik Ulur.

Namun juga, berionavasi meracik bumbu tangkap untuk bahan baku yang berbeda. Maka lahirlah udang tangkap dan nila tangkap, sebagai hasil kreasi dari Kedai Kopi Tarik Ulur.

Menu yang ada di Kedai Kopi Tarik Ulur tidak terbatas pada minuman dan makanan khas Aceh, karena memang kedai ini bukan tempat makanan Aceh saja, tetapi beragam kuliner dari berbagai wilayah.

“Kedai ini memiliki konsep kuliner yang unik dari berbagai tempat, bukan hanya dari Aceh,” sambung Pecunk.

Hal itu terbukti dengan adanya menu sate bebek Banten, yang merupakan olahan daging bebek dari Provinsi Banten. Jangan khawatir akan bau amis dan teksturnya yang alot dari daging bebek, karena olahan sate bebek Banten di kedai ini bertekstur lembut dan tidak berbau amis.

“Sebelum dibakar, daging bebek dimarinase bersama bumbu sehingga meresap sempurna, daging bebeknya pun diimpor langsung dari Banten,” tambahnya.

Baca juga:

Aneka nasi goreng dan mie

Kuliner lainnya yang tidak boleh terlewatkan jika mengunjungi kedai ini yakin nasi goreng rendang sapi, nasi goreng kari kambing, nasi goreng tomyam sea food, nasi goreng kencur ayam, dan nasi goreng balacan ayam.

Adapula beragam olahan mie dan bihun yang unik seperti mie goreng rendang sapi, mie goreng kari kambing, mie goreng tomyam sea food. Mie tumis, mie rebus, bihun goreng, dan bihun rebus.

Sementara untuk kudapan atau cemilan bisa memilih pisang goreng Thailand yang bertabur wijen.

Adapula roti cane dengan beragam rasa yang pastinya khas, martabak daging rempah, keju aroma, rujak cireng, dan lain-lain. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here