Lomba kuliner menggoda ala ibu-ibu PKK Sayati

Kuliner buatan warga Desa Sayati. (Foto Dok Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani)
Kuliner buatan warga Desa Sayati. (Foto Dok Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani)

Kreativitas perlu terus digali walau di musim pandemi Covid-19. Seperti yang dilakukan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Sayati yang menggelar lomba busana bertema kemerdekaan dan lomba olahan pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan tersebut digelar Kelompok Kerja (Pokja) III PKK Desa Sayati, Senin, 31 Agustus 2020, di Aula Desa Sayati Jalan Sukamenak No 9, yang diikuti kader Posyandu dan PKK dari 17 RW di Desa Sayati.

Khusus lomba olahan, peserta membikin makanan untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar umbi-umbian bagi anak balita.

Lomba kuliner menggoda ala ibu-ibu PKK Sayati
Lomba kuliner menggoda ala ibu-ibu PKK Sayati

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Dalam acara ini seluruh peserta maupun panitia menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari Covid-19, yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun maupun memakai hand sanitizer.

Acara dibuka dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Desa Sayati Nandar Kusnandar dan didampingi Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani. Dilanjutkan dengan fashion show busana bertema kemerdekaan yang diikuti 60 peserta dari kader Posyandu dan PKK. Selain itu adapula penilaian hasil karya PMT dari 17 RW.

Kuliner buatan warga Desa Sayati. (Foto Dok Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani)
Kuliner buatan warga Desa Sayati. (Foto Dok Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani)

“Saya berharap dengan adanya acara ini lebih meningkatkan kecintaan kita pada NKRI dan setiap kader di Posyandu semakin solid dan tercipta kerja sama yang baik di antara para ibu-ibu kader Posyandu. Di mana kreasi PMT ini bukan haya dibuat saat lomba tetapi selesai lomba pun harus bisa dipraktekan dan disajikan untuk menu di Posyandu masing-masing,” pesan Fitriyani.

Menurut Fitriyani tujuan lomba busana ini untuk menggali kretivitas peserta, dalam mendesain dan padu padan model maupun warna busana. Adapun lomba busana dimenangkan RW 3 dengan model busana padu padan atasan berwarna merah dengan bawahan kain batik sebagai kain khas Indonesia.

Kuliner buatan warga Desa Sayati. (Foto Dok Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani)
Kuliner buatan warga Desa Sayati. (Foto Dok Ketua PKK Desa Sayati Fitriyani)

Sementara tujuan lomba PMT bertema bahan baku umbi-umbian, sambung Fitriyani untuk memicu kader Posyandu dalam berinovasi dan berkreativitas menghasilkan olahan untuk balita. Adapun penilaian dalam lomba ini terkait kadar gizi, inovatif, rasa, dan biaya maksmial Rp20.000 per menu.

“Pemilihan bahan dasar umbi-umbian ini dengan pertimbangan bahannya mudah didapat di sekitar kita seperti singkong, ubi ungu, kentang dengan biaya murah. Meskipun berbahan nonberas tetapi memiliki gizi yang sehat untuk balita,” imbuh Fitriyani.

Berbagai PMT berbahan umbi-umbian yang dibuat peserta antara lain kue talam, puding, dan lain-lain. Adapun pemenang dalam lomba ini yaitu Juara 1 diraih RW 9 dengan Ketua Posyandu ibu Hj Kusniati, Juara 2 disabet RW 8B Ketua Ibu Vina, dan Juara 3 didapat RW 5A, Ketua Ibu Wida. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here