Lini bisnis Komunitas Utah Lalay, jual air mineral sampai kuliner tradisional

komunitas Utah Lalay
Komunitas Utah Lalay. (Instagram Utah Lalay)

Utah Lalay bukan komunitas biasa. Klub motor jadul merek Suzuki FR dan Yamaha V series ini juga mengelola sejumlah lini bisnis, mulai air mineral kemasan sampai kuliner tradisional.

Air mineral kemasan komunitas ini memakai merek Utah Lalay. Air mineral yang diproduksi dikemas dalam ukuran 330 ml dan galon.

Pendiri komunitas Utah Lalay, Bandung, Asep Kurniawan yang akrab disapa mang Ukir, bilang air mineral kemasannya hasil kerja sama dengan perusahaan air minum.

“Air mineralnya sudah mendapat izin BPOM,” kata mang Ukir, saat berbincang dengan Simmanews, di Kleub Haus Utah Lalay, Jalan Cikutra.

Air kemasan Utah Lalay bersumber dari mata air Sindang Laya Bandung. Untuk saat ini produk air mineral Utah Lalay di pemasaran di dalam Jawa Barat.

“Tahap awal kita produksi sejuta galon dan botol ukuran 330 ml. Kita pasarkan ke café, warung, instansi,” kata Mang Ukir.

Baca juga:

Kuliner tradisional Utah Lalay

Di bidang kuliner, Utah Lalay menjual makanan beku, makanan khas sunda, hingga kue balok dan kopi. Utah Lalay punya stand di Jalan Cilaki, Bandung.

Makanan yang dijual di Cilaki terdiri dari nasi kebulin yang merupakan pelesetan dari nasi kebuli. Nasi kebulin diambil dari sifat motor 2 tak Utah Lalay yang ngebul.

Nasi kebulin disajikan dalam bentuk prasmanan dengan lauk pauk khas Sunda, seperti karedok, lotek, dan menu makanan berprotein hewani lainnya.

“Kita makan jangan hanya yang bergengi dan mahal tapi tidak nikmat. Banyak makanan lokal yang benar-benar nikmat, misalnya karedok. Konsep kita juga ingin melestarikan kuliner tradisional,” kata Mang Ukir.

Pria yang juga keluarga besar Bikers Brotherhood 1% MC ini juga mengelola bisnis kopi.

Utah Lalaya menyediakan kopi Jawa Barat, misalnya kopi Ciwidey dan kopi gunung Puntang. Kopi dijual dalam berbagai bentuk mulai biji hasil sangrai hingga yang sudah bubuk.

Model bisnis Utah Lalay dijalankan anggota dan keluarga anggota. Sehingga bisnis ini menyerap tenaga kerja. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here