Latar pemenjaraan Soekarno muda di Bandung 92 tahun lalu

Kunjungan Presiden Soekarno ke Amerika pada 1961, disambut Presiden Kennedy. (Foto dari Wikipedia)
Kunjungan Presiden Soekarno ke Amerika pada 1961, disambut Presiden Kennedy. (Foto dari Wikipedia)

Soekarno banyak meninggalkan jejak di Bandung. Ia kuliah di ITB, mendirikan organisasi, bahkan sampai dipenjara di kota berjuluk Paris van Java ini. Bulan ini atau tepat 92 tahun lalu, Soekarno ditangkap dengan tuduhan makar.

29 Desember 1929 Soekarno sedang berada di Yogyakarta. Hari itu Belanda menangkapnya, kemudian membawanya ke Bandung untuk dijebloskan ke Penjara Banceuy.

Penjara Banceuy kini masih berdiri di Jalan Banceuy, posisinya sekitar Alun-alun. Selama dipenjara, Sukarno menjalani sidang pengadilan Belanda di gedung Landraad.

Baca juga:

Gedung Lanraad sekarang bernama Gedung Indonesia Menggugat. Kini gedung tersebut masih berdiri kokoh di Jalan Perintiskemerdekaan.

Di persidangan, Soekarno justru balik menggugat pemerintah kolonial Belanda melalui pledionya yang terkenal dan diberi judul “Indonesia Mengguggat”.

Akan tetapi pemerintah Belanda tak acuh. Pengadilan memutuskan Soekarno bersalah. Pada 1930 Soekarno dijebloskan ke penjara Sukamiskin, Bandung. Sedangkan partai yang didirikannya di Bandung, PNI (Partai Nasional Indonesia), dinyatakan sebagai partai terlarang.

Bagaimana Soekarno bisa sampai keluar masuk penjara? Ceritanya begini. Sang Proklamator Soekarno sejak muda sudah mulai berjuang melawan Belanda.

Soekarno muda (Foto dari Wikipedia)

Baca juga:

Pria kelahiran 6 Juni 1901 itu lama menetap di Bandung, yakni sekitar 1921 hingga 1928. Masa inilah yang membentuk pergerakan dan pemikiran Soekarno muda.

Ia kuliah di Tachnishe Hoge School/THS (kini, ITB). THS merupakan sekolah teknik yang didirikan Belanda untuk menopang pembangunan Nusantara.

Di sela kuliahnya, Soekarno sibuk menjadi aktivis pergerakan nasional. Ia mendirikan Algemene Studie Club pada 1926, yang terinspirasi Indonesische Studie Club yang didirikan Dr. Soetomo di Surabaya.

M Rizky Wiryawan, sejarawan Bandung, bilang Soekarno dan anggota Algemene Studie Club kerap melakukan pertemuan di Ons Genoegen.

Ons Genoegen adalah gedung yang kini masih berdiri di Jalan Naripan-Braga, Bandung. Sekarang gedung ini bernama YPK/PPK.

Dahulu Ons Genoegen disebut juga “gedong tonil” karena biasa dipakai tempat pertunjukkan tonil atau teater Belanda.

Kata Rizky, Algemene Studie Club adalah cikal bakal PNI. Rapat pembentukan partai berasaskan marhaenisme itu dilakukan pada 4 Juli 1927.

Dalam rapat itu selain Soekarno hadir juga Tjipto Mangunkusumo. Tidak menutup kemungkinan bahwa Ons Genoegen dijadikan Soekarno sebagai tempat pembentukan PNI, meski hal ini perlu diteliti lebih lanjut.

Algemene Studie Club maupun PNI beranggota inti anak-anak muda di zamannya. Soekarno sendiri masih kuliah di THS dan usianya baru 25 tahun.

Tetapi di bawah kepemimpinannya, PNI mampu bikin pemerintah kolonial Belanda khawatir.

PNI yang didirikan 4 Juli 1927. PNI berbeda dengan partai politik sekarang. Misi PNI mengobarkan perlawanan terhadap kolonialisme sekaligus meraih kemerdekaan Indonesia.

Baca juga:

Menurut M Rizky Wiryawan, usia para tokoh pergerakan dahulu memang rata-rata masih muda, antara 20 tahun hingga 30 tahun.

“Bahkan Soekarno ketika mendirikan PNI baru berusia 25 tahun,” kata Rizky, baru-baru ini.

Menurut buku Biografi dan Perjuangan Sukarno yang ditulis AS Anwar Sanusi (2015) disebutkan, PNI menjadi partai besar di masanya. Di Jawa saja anggota partai ini kurang lebih 13,5 juta orang.

Dengan jumlah anggota sebanyak itu, kolonial Belanda menganggap PNI sebagai gerakan yang harus disingkirkan. Sehingga terjadilah pengadilan Soekarno di Gedung Lanraad. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here