Komisi A DPRD Kabupaten Bandung bahas Covid di Desa Sayati

dprd kabupaten bandung
Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Tedi Surahman, dan anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Eka Ahmad Munandar dan dan Riki Ganesha, dalam acara Kunjungan Kerja Terkait Pelayanan Administrasi, di Desa Sayati, Jalan Sukamenak, Kabupaten Bandung. (Iman Herdiana/Simmanews)

Aula Desa Sayati di Jalan Sukamenak tampak sibuk, Jumat 16 Oktober 2020. Meja rapat dalam formasi kotak disiapkan.

Belasan orang duduk di kursi-kursi yang tertata cukup rapi. Mereka menggunakan masker sebagai bagian dari protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Di meja paling depan, duduk para anggota dewan dari Komisi A DPRD Kabupaten Bandung dengan latar monitor bertuliskan “Selamat Datang Pimpinan & Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Kunjungan Kerja Terkait Pelayanan Administrasi”.

Komisi A DPRD Kabupaten Bandung yang hadir antara lain Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Bandung, Tedi Surahman, dan dua orang anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Eka Ahmad Munandar dan Riki Ganesha.

Sesuai tema acara, para anggota dewan menyampaikan maksud dan tujuan kunker. Kemudian wakil rakyat tersebut mendengar pendapat dari masing-masing peserta.

Hadir dalam kesempatan ini Camat Margahayu Mochamad Ichsaq, para kepala desa dan lurah di Margahayu, perwakilan dari Pemkab Bandung, yakni dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bandung, juga tuan rumah Kepala Desa Sayati, Nandar Kusnandar.

Baca juga:

Di hadapan anggota dewan, Camat Margahayu Mochamad Ichsaq menyampaikan sejumlah isu di wilayahnya. Untuk diketahui, kata Mochamad Ichsaq, Kecamatan Margahayu memiliki 118 ribu penduduk yang tersebar di 4 desa 1 kelurahan.

Sama seperti daerah lain di Indonesia, Kecamatan Margayahu juga menghadapi masalah pandemi Covid-19, khususnya tentang penerapan protokol kesehatan seperti meggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Soal masker, Mochamad Ichsaq bilang pihaknya mengaku kekurangan alat perlindungan diri (APD) tersebut. Ia berharap DPRD Kabupaten Bandung turut mendorong Pemerintah Kabupaten Bandung agar menganggarkan APD untuk wilayah Kecamatan Margahayu.

Selama ini Kecamatan Margahayu sering melakukan razia protokol kesehatan. Di lapangan masih ditemukan masyarakat yang tidak punya masker. Maka dari itu, selain razia pihaknya juga memberikan masker kepada masyarkat yang terjaring razia.

Mochamad Ichsaq juga menyebut, kasus Covid yang terjadi di Margahayu berasal dari luar Margahayu. Hal ini terkait posisi Margahayu sebagai kecamatan urban karena berbatasan dengan Kota Bandung. Kecamatan Margahayu menjadi wilayah keluar masuk warga dari dan luar Kota dan Kabupaten Bandung.

dprd kabupaten bandung
Camat Margahayu Mochamad Ichsaq (pegang mic) dalam acara Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Terkait Pelayanan Administrasi, di Desa Sayati, Jalan Sukamenak, Kabupaten Bandung. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

Dewan catat keluhan Kecamatan Margahayu

Menghadapi laporan dari pak camat, DPRD Kabupaten Bandung berjanji akan memfasilitasinya. Tedi Surahman, yang memimpin delegasi dewan tersebut bilang bahwa anggaran penanggulangan Covid di Pemkab Bandung masih ada, termasuk untuk APD. “Kami catat kebutuhan masyarakat Kecamatan Margahayu ini,” kata Tedi.

Mengenai anggaran, saat ini pemerintah tengah menyusun penganggaran 2020-2021 yang temanya fokus pada penanganan masalah kesehatan dan ekonomi yang terdampak Covid-19. Hal ini tentunya akan berdampak baik pada desa-desa atau kecamatan di Kabupaten Bandung.

“Anggaran 2021 mengusung tema kesehatan dan pemulihan ekonomi. Mudah-mudahan 2021 benar-benar pulih. Karena Covid dari 2020 ke 2021 akan segera tertangani baik sisi kesehatan maupun sosial ekonominya. Dengan adanya tema ini masing-masing desa pun menyesuaikan,” kata politikus PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi desa Desa Sayati itu.

Tak lupa, Tedi Surahman mengingatkan agar terus mewaspadai penularan Covid-19. Kewaspadaan terutama harus ditingkatkan dalam menghadapi orang-orang yang berasal dari zona merah Covid. Untuk itu diperlukan disiplin penggunaan protokol kesehatan. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here