Ketika Belanda, Jepang dan Indonesia “rebutan” Rumah Sakit Ranca Badak

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (Iman Herdiana/Simmanews)

Rumah Sakit Umum Pemerintah Dr. Hasan Sadikin atau RSHS menjadi tempat yang sering disebut sejak awal Covid-19 mewabah. RSHS merupakan pusat rujukan Covid-19 di Jawa Barat sekaligus garda terdepan dalam perang melawan pandemi virus corona.

Rumah sakit ini berdiri di Jalan Pasteur, Kota Bandung. Model bangunannya tampak klasik karena terdapat sentuhan arsitektur Eropa dengan ciri khas dinding-dinding beton berukuran besar yang menonjol, juga jendela dan pintu besar. Warna bangunan didominasi warna putih untuk menimbulkan kesan anggun.

Dari model bangunannya saja dapat dilihat bahwa rumah sakit tersebut punya sejarah panjang. Jejak masa lalu itu dapat dilihat dari seringnya rumah sakit tersebut berganti nama seiring bergantinya penguasa nusantara, yakni Belanda, Jepang, dan Indonesia.

Dokumen resmi RSHS menyebut rumah sakit ini dibangun sejak masa penjajahan Belanda, tepatnya tahun 1920 dan diresmikan 15 Oktober 1923 dengan nama “Het Algemene Bandoengsche Ziekenhuis” yang berarti Rumah Sakit Umum Bandung.

Empat tahun berselang, nama Het Algemene Bandoengsche Ziekenhuis berubah menjadi “Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana” (Rumah Sakit Kota Juliana). Nama ini sama dengan nama depan anak ratu Ratu Wilhelmina, yakni Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau. Sejarah mencatat, Juliana kemudian naik tahta melanjutkan kekuasaan ibunya (1947 – 1948).

Di awal berdirinya, RSHS atau Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana hanya terdiri dari 300 tempat tidur yang ditangani 6 dokter berkebangsaan Belanda, seorang di antaranya dokter ahli bedah paruh waktu, dan 2 dokter berkebangsaan Indonesia, yaitu dr. Tjokro Hadidjojo dan dr. Djundjunan Setiakusumah.

Ketika Perang Pasifik meletus pada 1942, kekuasaan Oranje-Nassau di nusantara rontok, tentara Belanda kocar-kacir. Penguasa Jepang mengambil alih semua infrastruktur termasuk rumah sakit Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana.

Untuk menegaskan kekuasaannya, pemerintah Jepang mengganti nama Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana menjadi “Rigukun Byoin” yang fungsinya tetap sebagai rumah sakit.

Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung
Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung tempo dulu (Foto via Facebook Bandung Tempo Doeloe)

Seiring waktu berlalu dan roda nasib terus bergerak, para tokoh pergerakan nasional berhasil menekan para penjajah yang puncaknya pada 17 Agustus 1945 lahirlah negara baru bernama Indonesia lewat Proklamasi yang ditandatangani Soekarno-Hatta.

RSHS alias Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana alias Rigukun Byoin tetap menjadi rumah sakit. Tiga tahun pascakemerdekaan fungsi rumah sakit ini diperluas menjadi untuk umum. Sebelumnya, fasilitas kesehatan ini khusus rumah sakit militer.

Sedangkan menurut arsip resmi RSHS, direktur pertama RSHS adalah orang Belanda, yakni W. J. van Thiel. Thiel menjabat direktur sejak sebelum Jepang menduduki Priangan sampai 1949.

Nama rumah sakit tersebut kembali berubah. Kali ini lebih lokal, yakni Rumah Sakit Rantja Badak. Sebutan RS Ranca Badak ini datang dari masyarakat.

Setelah Indonesia merdeka, RSHS dikelola oleh pemerintah daerah. Pada 1954, rumah sakit Rumah Sakit Rantja Badak ditetapkan menjadi rumah sakit provinsi dan berada di bawah pengawasan Departemen Kesehatan RI.

Sementara nama Rantja Badak berasal dari nama kampung yang menjadi tempat berdirinya rumah sakit, yakni kampung Rantja Badak. Dalam istilah Sunda, ranca berarti rawa atau kawasan berlumpur dan berair yang merupakan tempat badak berkubang.

Ahli toponimi, T Bachtiar, menjelaskan penamaan tempat oleh orang tua zaman dahulu selalu berdasarkan fakta atau sifat dari lingkungan tempat tersebut. Jika tempat tersebut berawa-rawa, maka istilah rawa dipakai untuk menamai tempat. Misalnya, Rancabolang, Rancacili, Rancamanyar, Rancaekek, Rancabuaya, Rancabayawak, Rancabentang, termasuk Rancabadak.

Di masa pasca-kemerdekaan, tepatnya 1956, Rumah Sakit Ranca Badak mengalami pembangunan. Kapasitas bertambah 100 persen dari 300 di zaman Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana menjadi 600 tempat tidur.

Di saat yang sama, pemerintah mendirikan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad). Rumah Sakit Ranca Badak lalu berfungsi sebagai tempat pendidikan oleh FK Unpad.

Perubahan nama rumah sakit kembali terjadi ketika rumah sakit ini dipimpin Dr. Hasan Sadikin yang juga Dekan FK Unpad. Ketika menjabat direktur dan dekan, Hasan Sadikin meninggal dunia (16 Juli 1967).

Untuk menghormati pengabdian dr. Hasan Sadikin, Rumah Sakit Ranca Badak pun berubah namanya menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin atau RSHS hingga kini. (Iman Herdiana/Yatni Setianingsih/Simmanews )

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Sejarah masker sebelum flu Spanyol dan pandemi Covid 

Karena pandemi Covid-19, ruang kerja atau rumah ber-AC tidak lagi relevan 

Penyakit diabetes menyerang ratusan juta orang di dunia, bagaimana mengatasinya? 

Avatar Facebook dan cara mudah membikinnya 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here