Kesadaran warga di Bandung dalam jaga jarak masih rendah

covid pemkot bandung
Ilustrasi Covid-19. (Gambar oleh PIRO4D dari Pixabay)

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Idris Kuswandi bilang tingkat kepatuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Khususnya dalam jaga jarak (physical distancing) di tempat bisnis seperti restoran masih rendah.

Hal ini karena para pelaku usaha, masih menyediakan kursi lebih dari 30 persen. Di mana seharusnya paling banyak tingkat keterisian (okupansi) 30 persen, sehingga pengunjung susah untuk melakukan jaga jarak.

“Tidak ada penanda di kursi. Selain itu, masih memasang kursi melebihi kapasitas,” ucap Idris, Rabu 27 Januari 2021.

Baca juga:

Untuk itu, pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional ini, pihaknya lebih banyak menerapakan sanksi denda kepada pelaku usaha.

“Makanya pada saat prokes tidak dijalankan yang kita denda adalah pelaku usaha,” sambungnya.

Meskipun begitu, Idris meminta warga maupun pelaku usaha untuk selalui disiplin menerapkan prokes mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air mengalir serta sabun.

“Kami mohon bersama-sama untuk mengikuti aturan, anjuran dan mematuhi segala ketentuan yang dibuat Pemerintah Kota Bandung. Ini dalam rangka kebaikan, mohon untuk ditaati. Hakekatnya aturan dibuat untuk melindungi rakyat dan mengutamakan kesehatan rakyat,” tegasnya.

Kesadaran pakai masker naik

Sementara tingkat kesadaran dalam menggunakan masker saat beraktivitas, menurut Idris mulai meningkat. Hal itu terlihat dari jumlah pelanggaran yang kian hari semakin menurun dibandingkan pada saat awal diterapkannya Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Bandung.

“Pada saat AKB mulai Perwal 37 sampai Perwal 73 itu banyak sekali pelanggar yang kena denda administrasi tidak menggunakan masker,” terangnya.

Hal ini diperkuat dengan hasil survei Satgas Covid-19 Provinsi Jawa Barat. Kota Bandung mendapatkan nilai memuaskan, yakni 91,4 persen dengan predikat masyarakatnya paling patuh menggunakan masker. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here