Kabupaten Bandung Zona Merah Covid, Ridwan Kamil minta intensitas kampanye Pilkada dikurangi

Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (kiri). (Dok Humas Jabar)

Tingginya angka penularan Covid-19 di Kabupaten Bandung membuat daerah yang berbatasan dengan Kota Bandung ini masuk Zona Merah atau beresiko tinggi penularan penyakit yang disebabkan virus SARS CoV 2.

Kabupaten Bandung sendiri saat ini sedang hajatan Pilkada yang berpotensi memancing kerumunan orang, terutama di saat kampanye dan pencoblosan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun menginstruksikan agar mengurangi kegiatan kampanye yang memancing kerumunan di wilayah yang sedang Pilkada.

Untuk diketahui, sejumlah daerah di Jawa Barat yang menjalani Pilkada adalah Kabupaten Bandung, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Terkait pilkada di beberapa daerah Zona Merah seperti Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya, itu sudah diinstruksikan untuk antisipasi menjelang hari pencoblosan, proses-proses pengurangan intensitas kegiatan itu arahan dari kami,” terang Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Kamis, 19 November 2020.

Baca juga:

Karena Covid itu kan tinggi intensitas kegiatan tinggi juga potensi penularannya. Jadi kepada (daerah) pilkada sedang zona merah arahan kami mengurangi yang namanya intensitas kegiatan kampanye,” lanjut Ridwan Kamil.

Hasil hasil evaluasi penanganan Covid menetapakan ada tujuh daerah di Jawa Barat yang masuk kategori Zona Merah, yaitu Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Tasikmalaya, Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta.

Waspada penularan OTG ke kelompok rentan

Kepala Dinkes (Kadinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk taat pada protokol pencegahan Covid-19 seperti disiplin memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan selalu melakukan kebersihan tubuh.

“Kami mengajak masyarakat untuk taat, patuh, disiplin dan tidak kendor untuk bermasker, agar Covid di Kabupaten Bandung segera berakhir atau minimal bisa kita tekan angka sebarannya. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, perlu peran aktif seluruh masyarakat untuk menyadari pentingnya memakai masker,” terang Kadinkes, dikutip dari laman resmi Pemkab Bandung.

Baca juga:

Ia menyebut, sekitar 60% kasus Covid-19 di Kabupaten Bandung adalah orang tanpa gejala (OTG). “Ini yang kita khawatirkan, karena bisa menularkan pada keluarga yang punya penyakit bawaan atau komorbit dan dapat menyebabkan kematian,” ujar Grace.

Orang tanpa gejala bukan berarti bebas melenggang tanpa protokol kesehatan. Sebab Covid-19 sangat mematikan kepada orang dengan kelompok rentan, yaitu orang-orang dengan penyakit bawaan seperti diabetes, darah tinggi, jantung.

Penyakit-penyakit bawaan tersebut umumnya dimiliki orang lanjut usia. Kekhawatiran saat ini ialah terjadi penularan Covid dari orang tanpa gejala kepada orang-orang kelompok rentan tersebut. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here