“Jejak Jejak Bandung”, tahukah Lapangan Tegallega pernah jadi tempat balap kuda?

Buku “Jejak Jejak Bandung”, penulis Atep Kurnia. (Iman Herdiana/Simmanews)
Buku “Jejak Jejak Bandung”, penulis Atep Kurnia. (Iman Herdiana/Simmanews)

Satu lagi khasanah tentang Bandung lahir melalui buku yang ditulis Atep Kurnia berjudul “Jejak Jejak Bandung”. Buku bisa dibilang pustaka paling anyar di antara sederet daftar pustaka yang mengulas Bandung.

Sebelumnya, khasanah tentang Bandung muncul dalam buku-buku lawas seperti yang ditulis Haryoto Kunto lewat buku Semerbak Bunga di Bandung Raya dan Bandoeng Tempoe Doeloe. Dua buku peninggalan kuncen Bandung ini menjadi “kamus” tentang Bandung.

Lainnya, ada buku-buku tentang Bandung yang ditulis Sudarsono Katam. Atep Kurnia juga menyebut sederet penulis tentang Bandung lainnya seperti Haryadi Suadi, Sjarif Amin, R. Moh Affandie, Us Tiarsa, Her Suganda, dan sebagainya.

Buku Jejak Jejak Bandung yang diterbitkan diterbitkan ProPublik dan Oleh-oleh Boekoe Boekoe Bandung (2020) dengan penyunting Deni Rachman itu hasil penjelajahan kepustakaan Atep Kurnia selama berinteraksi dengan kota yang punya banyak julukan.

Baca juga:

Buku ini terdiri dari 184 halaman. Bagian cover depan dan belakang buku tampak buku ini akan banyak berbicara Bandung di masa lalu. Bagian isi buku terbagi dalam 4 bagian.

Masing-masing bagian terdiri dair sub-subbab yang menyajikan beragam tema lewat gaya tulisan esai Atep yang kaya referensi. Tiap subbab bisa dianggap berdiri sendiri tetapi masih bersinggungan dengan subbab lainnya.

Atep mengulas banyak tema mulai dari asal mula julukan Parijs van Java yang menjadi prolog buku ini, sampai tentang lapangan Tegallega yang dulunya pacuan kuda.

Ngomong-ngomong soal Tegallega, menurut Atep, lapangan sebelah selatan Alun-alun Bandung ini memang pada zaman Belanda dipakai pacuan kuda. Belanda menyebutnya Tegallega Raceterrein atau Lintasan Balap Tegallega.

Atep juga mengulas tokoh yang banyak bersentuhan dengan Bandung, mulai dari Hasan Mustapa yang namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di bilangan Suci, sampai Soekarno, Presiden pertama RI.

Atep pernah bekerja di pabrik sebelum banting setir menjadi penulis dan peneliti mandiri. Baik selama kerja di pabrik maupun sebagai penulis, ia kerap bulak-balik antara kampungnya di Cikancung, Kabupaten Bandung, dan Kota Bandung.

Bagi Atep, kepustakaan menjadi satu dari sekian daya tarik yang dimiliki Kota Bandung. Memang sejak dulu hingga kini Bandung menjadi “gudang” buku, baik yang baru maupun bekas. Banyak tempat-tempat di Bandung yang terkenal karena lapak buku bekasnya.

Atep yang produktif menulis dalam bahasa Sunda, juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan berkaitan dengan budaya Sunda.

Hasil aktivitas kepustakaan yang dilakukan Atep berbuah tulisan-tulisan yang tersebar di sejumlah media massa, antara lain di rubrik Khazanah Pikiran Rakyat dan rubrik Anjungan pada Kompas yang waktu itu menyediakan halaman khusus untuk edisi Jawa Barat.

Aktivitas literasi tersebut membuat Atep terpanggil untuk menulis tentang Bandung.

“Dengan demikian, saya kemudian menjadi punya kesempatan untuk menjelajahi sisi menarik mengenai Bandung yang barangkali belum disentuh penulis sebelumnya atau sekadar menambah hal baru pada hal yang sudah ada sebelumnya,” ungkap Atep Kurnia, dikutip dari kata pengantar buku Buku Jejak Jejak Bandung.

Baca juga:

Atep menjelaskan mengenai judul Jejak Jejak Bandung yang berkaitan dengan bukti riwayat kepenulisannya, “merupakan jejak saya selama menetap di Parijs van Java, dan tentu saja berisi hal-hal yang terpaut Bandung di masa lalu.”

Menurutnya, kata “jejak” akan membawa pada pengertian “bekas yang menunjukkan adanya perbuatan dan sebagainya yang telah dilakukan”. Bila dikaitkan dengan kata “Bandung”, akan sampai pada pengertian tentang adanya bekas-bekas yang memperlihatkan peristiwa, pengalaman, pemikiran, dan perasaan yang berpautan dengan Bandung di masa lalu.

Buku ini bisa diperoleh di sejumlah toko buku, antara lain, Lawang Buku, atau menghubungi penulisnya langsung melalui Instagram atau email [email protected]. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here