Isu vaksin impor, Ridwan Kamil fokus pada vaksin Bio Farma

ridwan kamil vaksin
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Humas Jabar)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berpendapat soal rencana pemerintah melakukan impor vaksin Covid-19. Menurutnya, jumlah vaksin yang akan diimpor oleh pemerintah pusat sangat sedikit dan hanya diperuntukkan untuk kalangan terbatas, misalnya tenaga kesehatan.

“Saya tanya ke pemerintah pusat jadi vaksin itu ada dua, ada yang sudah siap impor 100 persen, jumlahnya sangat sedikit, terbatas mungkin datang di tahun ini. Itu akan didahulukan untuk tenaga kesehatan,” kata Ridwan Kamil, dalam keterangan persnya, Senin, 5 Oktober 2020.

Karena jumlah vaksin yang akar diimpor sedikit dan hanya dipakai untuk kalangan terbatas, maka pengadaan vaksin di dalam negeri perlu mendapat perhatian lebih. Sehingga diperlukan fokus untuk produksi vaksin dalam negeri.

Saat ini Bio Farma dan FK Unpad sedang melakukan penelitian uji klinis vaksin Covid-19 Sinovac. Penelitian ini masuk tahap 3 atau tahap akhir dan akan selesai pada Desember 2020.

“Ada vaksin yang sedang berproses yang diproduksi oleh Bio Farma yang akan dijadikan mayoritas vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia itu menunggu di bulan Desember,” katanya.

Ridwan Kamil mengaku tidak punya masukan untuk pengadaan vaksin impor oleh pemerintah pusat. “Ga ada masukan. Jabar fokus pada apa yang kita kendalikan dan kita dukung di tanah Jabar yang vaksin yang sedang tes ketiga,” katanya.

Sebelumnya, Ridwan Kamil dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Jawa Barat, telah menjalani pengambilan darah yang merupakan bagian dari prosedur uji klinis vaksin Covid yang dilakukan Bio Farma dan FK Unpad.

Ridwan Kamil dan Forkominda Jawa Barat termasuk relawan uji klinis vaksin. Pengambilan darah dimaksudkan untuk mengetahui efek suntik vaksin yang telah dilakukan di fase sebelumnya.

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

Saat ini Ridwan Kamil dan relawan lainnya sedang menunggu jadwal pengambilan darah yang kedua Desember 2020.

“Mohon doanya bahwa pengambilan darah pertama hasilnya bagus. Kemudian pengambilan darah Desember juga hasilnya bagus mengkonfirmasi vaksin,” katanya.

Hasil dari pengambilan darah diharapkan berbuah antibodi yang mampu melawan Covid-19. Namun meski nantinya vaksin ini terbukti menghasilkan antibodi, tahapan produksi vaksin untuk digunakan massal masih panjang.

Dari Desember tersebut, masih ada 3 bulan lagi untuk pengecekan dampak kesehatan dari uji klinis vaksin. Pengecekan kesehatan pada relawan vaksin dijadwalkan selesai pada Maret 2021.

Tapi, kata Ridwan Kamil, pengecekan kesehatan bisa dilakukan sambil mulai produksi vaksin. Hanya saja, karena darurat, pengadaan vaksin hasil uji klinis kemungkinan dipercepat. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here