Ini syarat boleh ikut vaksinasi Covid-19, usia jadi ukuran

Ilustrasi vaksin covid bandung
Ilustrasi vaksinasi. (Gambar oleh Katja Fuhlert dari Pixabay)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung mendapatkan jatah vaksin Covid-19 pertama, mencapai 7.560 vial vaksin. Vaksinasi pertama di Kabupaten Bandung telah berlangsung sejak Kamis, 14 Januari 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami bilang, dari jumlah kuota 7.560 vial vaksin ini , 3.780 di antaranya untuk tenaga kesehatan. Pemberian vaksin dilakukan dalam dua tahap, dengan jarak perlakuan 14 hingga 28 hari.

Grace menjelaksan, vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bandung tidak hanya akan berlangsung pada fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, tetapi juga Puskemas.  Sementara terkait tata laksana vaksinasi di Puskesmas, pihaknya melakukan sosialisasi melalui video conference.

Syarat penerima vaksin Covid-19

Menurut Grace dikutip dari website resmi Pemkab Bandung,  Rabu 20 Januari 2021, penerima vaksin memiliki persyaratan antara lain berusia 18 sampai 59 tahun dan tidak sedang sakit. Juga tidak hamil atau menyusui dan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Untuk mendapatkan vaksin Covid-19, calon penerima vaksin harus melakukan pendaftaran melalui aplikasi Pedulilindungi.id. Selanjutnya, calon penerima yang telah terdaftar, akan mendapatkan SMS dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui nomor 119.

Baca juga :

Lalu calon penerima vaksin, harus mendaftar ulang dengan mengklik tautan dalam SMS. Hal ini guna memastikan pemilihan waktu dan tempat fasilitas kesehatan, yang terdekat dengan wilayah tempat tinggal.

Saat akan melakukan vaksinasi pada waktu yang telah terjadwal dan lokasi fasilitas kesehatan, calon penerima vaksin wajib membawa e-KTP atau kartu identitas.

Sebelum melakukan vaksinasi Covid-19, calon penerima vaksin harus melalui beberapa tahap yakni :

  1. Pengecekan e-KTP atau kartu identitas calon penerima vaksin, harus sama seperti yang telah terdaftar melalui sistem Kemenkes serta melampirkan bukti SMS.
  2. Calon penerima vaksin melakukan konsultasi dengan petugas medis, terkait dengan kondisi kesehatan sampai rekam jejak penyakit.
  3. Jika layak maka akan dilanjutkan untuk proses penyuntikan. Sementara jika tidak layak untuk melakukan vaksin, maka prosesnya akan ditunda.
  4. Setelah itu, bisa melanjutkan dengan konsultasi informasi dan edukasi (KIE). Sambil menunggu observasi selama 30 menit setelah proses penyuntikan.
  5. Apabila kondisi penerima vaksin stabil, maka selanjutnya akan mendapatkan kartu vaksinasi Covid-19. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here