Ini info bagi warga Bandung yang belum punya E-KTP dan Akta Kelahiran

e-ktp bandung
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengunjungi Kantor Disdukcapil Kota Bandung (Dok Humas Kota Bandung)

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung, mencatat administrasi kependudukan Kota Bandung hampir mencapai 100 persen. Meliputi E-KTP, akta kelahiran, dan akta kematian.

“E-KTP saja kita sudah 99,60 persen. Sisanya masih ada 0,40 persen atau sekitar 7.000 orang yang belum direkam,” kata Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Popong Warliati Nuraeni saat menerima kunjungan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana atau Kang Yana di kantor Disdukcapil Jalan Ambon, Senin 26 Oktober 2020.

Popong bilang sisa administrasi E-KTP yakni warga Kota Bandung, menginjak usia 17 tahun di penghujung 2020 ini.

“Paling ada orang belum direkam itu ada sedikit dan tinggal datang. Dan itu jarang, karena bagaimana mau dapat pelayanan publik kalau mereka belum direkam,” urai Popong.

Sementara untuk akta kelahiran sudah berada pada angka 95,59 persen, ini artinya sudah di atas target nasional. Untuk akta kematian dari target 12 ribu, kini sudah mencapai 83 persen.

Sistem online

Popong menjelaskan, semua pengurusan administrasi kependudukan tersebut melalui sistem online.

Popong menyebutkan, saat ini pelayanan offline lebih banyak legalisir. Itu pun jumlahnya tidak lebih dari 50 orang per hari kerja.

Wakil Wali Kota Bandung, Kang Yana yang meninjau kantor Disdukcapil meminta setiap loket tidak hanya tanda huruf.

Namun juga ada tambahan informasi tentang layanan, dari setiap loket tersebut. Meskipun pelayanan hampir seluruhnya secara online.

“Seperti tulisan loket A, misalkan di loket A itu melayani apa saja? Walaupun semua sudah ‘by SMS’ sudah pada tahu, tapi ya tidak apa-apa ditambahkan. Biar jelas. Jadi orang lebih pasti,” tandasnya.

Kang Yana mengungkapkan hingga saat ini layanan administrasi kependudukan sangat minim mendapatkan keluhan dari masyarakat. Menghadapi pandemi Covid-19 ini, Disdukcapil Kota Bandung sudah lebih dulu siap dengan berbagai layanan online.

“Selama yang saya lihat yang langsung, tidak ada. Rasanya di media relatif sudah tidak ada yang mengeluhkan Disdukcapil. Karena Alhamdulillah sudah online. Dengan online itu mengurangi interaksi di saat sekarang saat pandemi,” ucap Kang Yana. (Yatni Setianingsih/simmanews.com)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here