Fitriyani, bisnis fesyen muslim berawal dari penolakan, kini suplai perusahaan besar

Fitriyani di tempat produksi produk perlengkapan hijab (Yatni Setianingsih/Simmanews)
Fitriyani di tempat produksi produk perlengkapan hijab (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Bisnis dalam bidang fesyen muslim, tidak hanya mampu mendesain busana. Tetapi memilih produk yang akan dibuat, dengan segmentasi pasar yang masih terbuka lebar.

Dapat menentukan langkah dalam membangun bisnis fesyen muslim yang berlangsung lama, meskipun dengan berbagai hambatan yang merintanginya. Inilah yang menjadi cerita perjalanan bisnis Fitriyani.

Lini bisnis fesyen miliknya ini mengkhususkan pada perlengkapan busana muslim, seperti ciput (dalaman jilbab), manset gamis, legging wudhu, dan lain-lain.

“Karena ini enggak ada matinya alias enggak ada musimnya. Selain itu, perlengkapan hijab itu lebih sering dibeli dibandingkan produk baju atau jilbabnya. Kadang beli juga bisa lebih dari satu piece,” terang Firiyani kepada Simmanews, baru-baru ini.

Baca juga:

Selain itu, lanjut Fitriyani bagian fesyen ini tidak perlu melakukan desain baru saat akan memproduksi. Cukup hanya penambahan pemanis saja, seperti ciput ditambah renda atau payet.

Dalam memproduksi busana perlengkapan hijab ini, Fitriyani memberdayakan warga, khususnya kaum perempuan yang berada di kawasan Banjaran.

“Saya dengan kakak ipar yang punya ide bisnis ini. Kakak ipar yang kebagian memproduksi. Saya bertugas bagian penjualan. Nah untuk pemberdayaan ini, kakak ipar yang memberikan pelatihan mayet,” imbuhnya.

Pemberdayaan ini, dipilih untuk membantu perekenomian para ibu rumah tangga untuk membantu keuangan keluarganya.

Berawal dari aksesoris jilbab

Fitriyani memulai bisnis dalam dunia fesyen hijab, sejak 2012 silam. Mulanya membuat aksesoris seperti bros. Ide itu pertama kali muncul, saat dirinya jalan-jalan ke Pasar Baru Bandung.

Di sana Firiyani banyak menemukan bros yang cantik dan terpikir untuk membuatnya. Kemudian setelah pulang dan bertemu dengan kakak iparnya, yang terbiasa membuat berbagai kerajinan untuk busana.

Fitriyani menceritakan idenya tersebut. Gayung bersambut, kakak iparnya menyetujuinya. Setelah menghasilkan bros yang cukup untuk dijual.

Hasil karya brosnya tersebut mulai Fitriyani, tawarkan ke berbagai toko dan butik yang menjual busana muslim. Dalam menghasilkan bros ini, pihaknya telah memberdayakan beberapa ibu rumah tangga di Banjaran.

“Saya sampai beli majalah, untuk tahu alamat-alamat dari toko dan butik tersebut. Kualitas bahan dari bros kami lebih bagus dan harganya hanya masuk untuk butik dan toko. Pernah ditawarkan ke grosiran tidak masuk harganya,” bebernya.

Bukan tanpa tantangan, saat pertama kali Fitriyani menawarkan barang yang diproduksinya. Malah ada beberapa toko dan butik yang langsung menolak produk aksesorisnya ini. Fitriyani terus mempelajari kebutuhan pasar seperti apa.

Baca juga:

“Ada juga pernah mau deal (sepakat) bikin bros seperti yang saya contohkan. Itu salah satu perusahaan busana muslim besar, eh tahunya pas mau tanda tangan kontrak enggak jadi. Dia ternyata bikin sendiri,” urainya.

Namun Fitriyani tidak pernah patah arang, dia pun terus mencobanya ke toko dan butik yang lain, hingga bisa menitipkan barangnya tersebut.

Dari bisnis bros tersebut, barulah Fitriyani berpindah ke perlengkapan busana muslim. Awalnya produk brand fesyennya tersebut, sebatas dititipkan kepada toko dan butik alias konsinyasi.

Namun sejak 2019 lalu, dirinya mendapatkan kepercayaan untuk menyuplai salah satu brand fesyen terbesar di Indonesia.(Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here