Efek buruk mager atau rebahan bagi kesehatan, ini cara mengatasinya

dr Sophia Hage SpKO (Dok Xiaomi)
dr Sophia Hage SpKO (Dok Xiaomi)

Malas gerak alias mager, belakangan ini menjadi kebiasaan masyarakat apalagi di masa pandemi Covid-19 yang sebagian perusahaan dan instansi, memindahkan work from
office (WFO) menjadi work from home (WFH).

Termasuk aktivitas belajar dari sekolah menjadi sekolah dari rumah. Kebijakan ini mengubah aktivitas dari meja kantor atau ruangan kelas ke rumah.

Para pekerja maupun siswa biasanya mencari tempat yang nyaman untuk bekerja
dan belajar dalam mengoptimalkan capaian target.

Sayangnya, kegiatan tersebut lebih banyak duduk terkadang berbaring diam menghadap layar ponsel, laptop, maupun desktop untuk belajar dan bekerja online. Sehingga
menimbulkan gaya hidup sedentary (kurang bergerak) alias malas gerak.

Baca juga:

Efek malas gerak

Padahal jika hal ini terus berlanjut, akan memunculkan masalah kesehatan yang tidak sepele dan berefek panjang.

Mulai dari obesitas, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, osteoporosis (tulang keropos), hingga kesehatan mental

“Siapa pun memiliki risiko terjebak ke dalam sedentary lifestyle, bahkan yang muda sekalipun. Kabar baiknya, kita dapat mengurangi hal ini dengan aktif bergerak serta
berolahraga,“ beber Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Sophia Hage

Penjelasan tersebut dr Sophia ungkapkan saat menjadi pembicara dalam Online Talkshow bertema “Hindari Sedentary Lifestyle dengan Mi Watch dan Mi Watch Lite”
bersama Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr Sophia Hage SpKO dan Xiaomi Indonesia, Senin 21 Desember 2020.

dr Sophia bilang meskipun hanya di dalam rumah, cara menghindari malas gerak yaitu dengan melakukan pekerjaan rumah, seperti membereskan rumah, menyiram tanaman,
dan lain-lain yang bergerak secara ringan dan teratur.

Sementara untuk olahraga dapat memilih peregangan secara berkala setiap 2 sampai 3 jam di sela-sela bekerja atau belajar dan perbanyak jalan kaki.

“Mengurangi waktu duduk atau rebahan akan menjadi pelengkap dari olahraga tersebut. Pengguna juga dapat menggunakan teknologi seperti smartwatch untuk memantau pola
dan durasi aktivitas fisik harian,” imbuh perempuan berkaca mata ini.

Xiaomi dukung aktivitas hindari sedentary

Untuk mendukung aktivitas bergerak dengan teratur, produsen perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT), Xiaomi memperkenalkan Mi Watch dan Mi Watch Lite.

Head of Public Relations (PR) Xiaomi Indonesia, Stephanie Sicilia, menerangkan Mi Watch dan Mi Watch Lite di Indonesia sebagai wujud komitmen Xiaomi.

Guna membantu masyarakat Indonesia, dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup melalui teknologi.

“Melalui perangkat cerdas Mi Watch dan Mi Watch Lite, Xiaomi mengajak masyarakat untuk dapat mengimbangi gaya hidup aktifnya dengan tidak lupa melakukan cukup
aktivitas fisik, supaya tak terjebak dalam sedentary lifestyle,” bebernya. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here