Dadan Hernawan buka lapangan kerja bagi difabel lewat produksi kaki palsu

kaki palsu
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, saat meninjau produk kaki palsu buatan Dadan Hernawan. (Dok Pemkot Bandung)

Sejumlah orang sibuk menggergaji, mengampelas, dan memotong pipa plastik dan besi di rumah produksi pembuatan kaki palsu milik Dadan Hernawan.

Beberapa pipa plastik berbentuk kaki tergantung pada dinding dan meja. Rumah produksi ini berada di Jalan AH Nasution RT 01 RW 01, Kelurahan Palasari Kecamatan Cibiru, Kota Bandung.

Cikal bakal pembuatan kaki palsu ini terilhami pengalaman Dadan Hernawan sendiri yang mengalami kecelakaan sepeda motor pada 2007 silam.

Kecelakaan itu memaksa Dadan menggunakan kaki palsu untuk menopang aktivitasnya. Saat itu Dadan membeli kaki palsu berbahan resin, tetapi sayangnya ia merasa gatal dan tidak nyaman.

Akhirnya Dadan berinsiatif bikin sendiri kaki palsu. Beberapa kali ia melakukan uji coba. Ia memilih pipa, plastik, spons, dan besi sebagai komponen kaki palsu.

Kaki palsu hand made tersebut menurut Dadan terasa lebih nyaman. Ia pun serius memproduksi. Sehingga orang lain yang bernasib sama dengan Dadan dapat menggunakan kaki imitasi yang aman dan nyaman.

Baca juga:

Kaki palsu untuk futsal

Produk buatan Dadan diperuntukkan mendukung berbagai kegiatan sehari-hari, bahkan berolahraga seperti futsal.

“Sehari itu tergantung permintaan. Kalau banyak, satu bulan bisa mencapai 100 kaki. Dalam sehari bisa 4 sampai 5 kaki, ” terang Dadan.

Dadan mengatakan rumah produksi ini sudah menyerap 7 pegawai yang memiliki kondisi yang sama dengannya.

“Kalau omzet kotornya Rp20 juta per bulan. Belum termasuk bayar sewa dan gaji pegawai,” sambung Dadan.

Sedangkan soal harga, Dadan mengaku bisa dinegosiasikan. Karena ia melihat latar belakang keadaan pemesan.

“Harganya gantung bahan. Standarnya Rp4 juta. Kalau saya jual itu seperti orangnya mampu harganya ya pas secukupnya. Jika keadaan tidak cukup ya kita berikan di bawah (standar harga),” urai Dadan.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengaku akan membantu pemasaran kaki palsu buatan Dadan Hernawan dengan membuatkan katalog atau brosur.

Sarana promosi tersebut akan disebar ke rumah sakit dan berbagai tempat.

“Mungkin saja ada beberapa masyarakat yang dapat musibah, kalau ternyata mendapatkan informasi tempat ini ada alat bantu yang  memakainya dapat beraktivitas normal kembali,” harap Yana.

Yana sangat mendukung karena usaha tersebut juga sebagai ruang untuk membuka lapangan pekerjaan.

“Tadinya yang kerja membuat kaki palsu juga membeli alat bantu. Ternyata bisa kerja dan bisa membantu juga dengan keahliannya,” katanya. (Yatni Setianingsih/simmanews.com)

Baca juga :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here