Cerita Traveler Bandung liburan di Hotel Sheraton Bali pada masa pandemi

bali
Sheraton Bali Kuta Resort. (Instagram)

Sheraton Bali Kuta Resort, Pantai Kuta, Bali, tetap memberikan jamuan prima bagi tamu di kala pandemi Covid-19. Suasana protokol kesehatan yang ketat tidak mengurangi nuansa santai liburan.

Sheraton Bali Kuta Resort ada di wilayah Kecamatan Kuta Kabupaten Badung. Di musim pandemi Covid-19, hotel ini menawarkan beragam fasilitas unggulan dengan tambahan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berstandar internasional dan lokal.

Sehingga kekhawatiran tertular Covid-19 bisa dihindari selama mentaati protokol kesehatan. Di hotel bintang lima tersebut, tamu hotel wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Pengalaman traveling ke Sheraton Bali Kuta Resort, Bali, itu diceritakan traveler asal Bandung, Taufik.

Saat masuk hotel, tutur Taufik, ia langsung disambut petugas hotel yang memakai masker dan face shieled. Mereka beridiri di pintu masuk, dan memberikan salam jarak jauh yang hangat dengan mimik wajah ramah.

Petugas akan meminta izin untuk mengukur suhu tubuh tamu dengan thermo gun. Setelah itu, tamu dipersilakan melakukan check in di front office. Di sana tamu harus menggunakan hand sanitizer.

Hotel yang tak jauh dari Pantai Kuta yang masyhur itu, melengkapi kamar-kamarnya dengan hand sanitizer. Sehingga saat masuk kamar, tamu bisa membersihkan tangannya dengan cairan antiseptik yang diyakini bisa membunuh kuman atau virus penyakit.

“Saya tidak masalah dengan penerapan protokol kesehatan ini. Hal ini tidak mengganggu kenyamanan dari hotel,” kata Taufik, saat berbincang dengan Simmanews, akhir pekan kemarin.

bali
Taufik di Sheraton Bali Kuta Resort, Bali. (Instagram)

Baca juga:

Hanya saja, kata Taufik perbedaan dari manajemen hotel dalam masa adapatasi kebiasaan baru (AKB) ini, petugas yang biasanya membersihkan kamar hotel satu hari sekali menjadi dua hari sekali.

“Kata pihak manajemennya untuk mengurangi kontak langsung antara guest (tamu) dengan housekeeping,” sambung Taufik.

Sarapan di Bali ala carte

Masa AKB ini pelayanan hotel berubah signifikan. Manajamen hotel harus menerapkan protokol kesehatan pada tamu dan pegawai saat berada di restoran hotel.

Begitupun pada Bene Restoran, lokasi sarapan di Sheraton Bali Kuta Resort. Biasanya pihak restoran menyajikan hidangan secara buffet alias prasmanan.

Selama AKB ini pihak restoran menerapkan sajian menu ala carte atau melayani tamu sesuai pesanan.

“Sarapan kita enggak bisa ngambil sendiri, tetapi kita tetap nyaman karena ada pilihan menu mulai dari kuliner Amerika, Asia, dan Indonesia,” cerita Taufik.

Selain soal penyajian sarapan, alat makan pun menjadi salah satu bagian yang tidak terlepas dari penerapan protokol kesehatan.

Pihak restoran benar-benar menjaga higenitas sendok, garpu, pisau, piring, sampai gelas dengan prosedur kebersihan untuk membunuh bakteri dan virus berbahaya.

Sheraton Bali Kuta Resort merupakan bagian dari Marriott International. Hotel berlantai 4 ini memiliki 230 kamar.

“Kabarnya hotel di Bali tidak boleh melebihi tinggi pohon kelapa. Hal itu sesuai dengan aturan dalam budaya masyarakat Bali,” terang Taufik yang pernah lama menetap di Bali.

Sheraton Bali Kuta Resort terdiri dari Deluxe Ocean, Ocean views Suite, dan Deluxe Room. Beberapa kamar memiliki keistimewaan, antara lain, pemandangan berupa Pantai Kuta sebagai primadona Pulau Dewata.

“Tamu masih bisa menikmati kolam renang dan gym. Suasana saat AKB ini sepi jadi sangat terasa privacy,” imbuh Taufik. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here