Catat tanggal cuti bersama akhir Oktober, warga disarankan tidak liburan

cuti bersama
Ilustrasi penanggalan. (Gambar oleh Andreas Lischka dari Pixabay)

Masyarakat diimbau menahan diri dalam melakoni libur panjang cuti bersama akhir Oktober 2020, mengingat masih tingginya kasus penularan virus SARS-CoV-2 penyebab penyakit COVID-19.

Imbauan disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Merujuk Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri, hari libur nasional di Oktober 2020 jatuh pada 29 Oktober yakni Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sementara libur cuti bersama adalah tanggal 28 dan 30 Oktober 2020. Tiga hari libur mulai Rabu hingga Jumat itu pun merangkai dengan akhir pekan, Sabtu dan Minggu.

“Terkait libur panjang di akhir Oktober, saya imbau warga dalam situasi pandemi COVID-19 ini bisa menahan diri (berlibur atau bepergian ke luar kota),” ujar Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Puskesmas Tapos, Kota Depok.

Ridwan Kamil menyarankan warga untuk memanfaatkan libur panjang di akhir Oktober ini dengan berkumpul di rumah bersama keluarga atau mencari hiburan di sekitar tempat tinggalnya.

“Berinteraksi dekat rumah saja. Meski tidak dilarang (berlibur atau bepergian ke luar kota) karena pariwisata dibuka, tapi lebih baik menghindari kerumunan,” tambahnya.

Adapun Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar berkaca pada libur panjang Idul Adha akhir Juli lalu, di mana terjadi peningkatan kasus karena banyak warga berlibur ke tempat wisata dan bepergian ke kampung halaman.

Baca juga:

Untuk itu, Ridwan Kamil berujar pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan kerumunan warga di momen libur panjang akhir Oktober ini, salah satunya dengan mengidentifikasi tempat-tempat wisata di seluruh Jabar dan memaksimalkan protokol kesehatan serta kapasitas tempat wisata.

“Petugas pariwisata sudah kami tugaskan menjaga hal itu (protokol kesehatan dan kapasitas). Jika melebihi kapasitas 50 persen, akan kami berikan sanksi,” tegasnya.

Kepada warga yang terpaksa harus pergi berlibur atau ke luar kota, ia mengingatkan agar terus melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan).

Selain menjaga protokol kesehatan dan kapasitas tempat wisata, Ridwan Kamil menjelaskan bahwa pihaknya juga mengantisipasi keramaian di jalur Puncak dan Cianjur yang kerap menjadi destinasi berlibur bagi warga Jakarta.

Untuk itu akan dilakukan beberapa tindakan penyekatan volume pergerakan warga melebihi kapasitas yang diperkirakan.

“Pengalaman sebelumnya, memang ada penutupan tapi tidak 100 persen, hanya di jam-jam tertentu. (Penutupan) itu pasti kami ulangi, apalagi long weekend ini terdeteksi potensi (orang berlibur) yang sangat besar,” kata Ridwan Kamil.

Ia juga mengimbau kepada warga Jakarta untuk ikuti imbauan pemerintah.

“Kalau bisa tidak dulu memaksakan diri ke Puncak atau Cianjur. Maksimalkan berekreasi di wilayah dekat rumah masing-masing. (Berlibur atau ke luar kota) tidak dilarang, tapi kami punya kapasitasnya. Jika sudah berlebih, pasti kami tutup,” tutur Ridwan Kamil. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here