Cantiknya masker dengan sentuhan seni decoupage dari Desa Sayati

Masker dari decoupage
Masker dari decoupage produk Amoe Decoucraft, Dewi Pamudjiwidijowati. (Instagram @decoupagecraftbandung)

Kaum perempuan seringkali memilih benda yang dapat menunjang aktivitas sehari-hari, tidak hanya dipilih berdasarkan fungsinya, melainkan juga tampilannya yang cantik dan manis sebagai pertimbangan utama. Salah satunya beragam benda yang berhiaskan variasi motif dari seni decoupage.

Secara singkat decoupage merupakan seni dalam menghias benda dengan beragam gambar dari kertas atau kain dengan teknik menempel. Kelebihan dari seni ini, meskipun dengan teknik tempel tetapi terlihat seperti dilukis.

Seni ini disebut-sebut berasal dari China kemudian berkembang di Prancis, sementara di Indonesia seni dekorasi ini baru berkembang dan menjadi tren beberapa tahun belakangan.

Untuk mendapatkan benda yang dipercantik dengan teknik decoupage, di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung tepatnya berada di Komplek Permata Kopo Jalan Permata Giok B 36, RT 006 RW011 terdapat Amoe Decoucraft, milik Dewi Pamudjiwidijowati.

Dewi Pamudjiwidijowati mulai menekuni bisnis seni decoupage sejak 2019. Konsumennya bisa memilih tas, tas clutch, tempat tisu, tempat toples, tempat air mineral kemasan berbahan anyaman bambu yang mendapatkan sentuhan decoupage, berupa motif flora dengan warna lembut sehingga terlihat cantik dan anggun.

Seni decoupage produk Amoe Decoucraft, Dewi Pamudjiwidijowati. (Instagram @decoupagecraftbandung)
Seni decoupage produk Amoe Decoucraft, Dewi Pamudjiwidijowati. (Instagram @decoupagecraftbandung)

Selain itu, adapula talenan berbahan kayu yang dipermanis dengan motif bunga, sehingga bisa mempercantik interior rumah.

Di masa pandemi Covid-19 ini pun, masker kain, menjadi objek yang tak luput dari seni dekorasi ini, hasilnya membuat penampilan pemakainya semakin rupawan.

“Yang membedakan dengan produk sejenis adalah dari style-nya. Karena tiap seni mempunya ciri khas sendiri. Motif yang banyak saya pakai adalah motif bunga dengan warna soft atau motif vintage,” terang Dewi kepada Simmanews.

Untuk membuat karya seni ini, Dewi menggunakan beragam media untuk dihias mulai dari anyaman pandan, kayu, kaca, dan kain.

Sementara alat untuk menghiasnya yaitu napkin (tisu khusus), lem, varnish, dan gunting. Untuk menghias satu media seperti tempat tisu, tempat toples, dan lain-lain Dewi membutuhkan waktu rata-rata dua jam.

Dewi mengerjakan sendiri karya-karya decoupage-nya. Kecuali jika sedang banyak pesanan ia akan melibatkan temannya yang memahami decoupage.

Seni decoupage produk Amoe Decoucraft, Dewi Pamudjiwidijowati. (Instagram @decoupagecraftbandung)
Seni decoupage produk Amoe Decoucraft, Dewi Pamudjiwidijowati. (Instagram @decoupagecraftbandung)

Untuk bisa memiliki produk yang dipercantik dengan seni menghias ini, konsumen bisa melakukan pemesanan di nomor WhatsApp 0813-2071-8113, atau akun Facebook: dewi pamudji dan akun Instagram @decoupagecraftbandung.

“Saya membuat karya ini berdasarkan pesanan, jadi pemesan bisa meminta motif sesuai dengan keinginannya. Selain pemesanan dan pembelian secara online, saya pun sering mengikuti bazar,” tambah Dewi.

Dewi membandrol produknya mulai dari Rp50.000 sampai Rp300.000. Selain menjual beragam produk tersebut, Dewi pun membuka kelas belajar decoupage secara online maupun offline. (Yatni Setianingsih/simmanews.com)

Baca juga artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here