Bengkel Gurame Edan, mobil rongsok disulap jadi keren

Adi F Wijaya alias Abah Ochun, pemilik bengkel spesialis mobil tua Gurame Edan. (Iman Herdiana/Simmanews)
Adi F Wijaya alias Abah Ochun, pemilik bengkel spesialis mobil tua Gurame Edan. (Iman Herdiana/Simmanews)

Bengkel mobil Gurame Edan, Bandung, tak asing bagi para pecinta atau kolektor mobil tua. Bengkel ini memiliki klien dari dalam dan luar pulau Jawa. Mobil-mobil antik seperti Jeep, Chevrolet, Ford buatan tahun 80 ke bawah menjadi spesialisasinya.

Gurame Edan merupakan bengkel mobil tua milik Adi F Wijaya. Pria yang akrab disapa Abah Ochun ini membuka bengkel di Jalan Sariasih 1 blok 2/96 Bandung.

Tidak sulit menemukan bengkel mobil yang merangkap rumah itu. Di sekitar jalan rumah terdapat beberapa mobil tua yang lagi diperbaiki para pegawai. Halaman rumah dua lantai itu pun penuh mobil dan beragam onderdil.

Abah Ochun memulai usaha ini sejak tamat SMA pada 1995. Tadinya ia hanya menggemari mobil tua seperti Jeep. Dengan mobil tua ia sering offroad ke berbagai tempat.

Baca juga:

Masalahnya, mobil tua perlu perawatan khusus yang tak dikuasai bengkel-bengkel mobil modern. Bahkan suku cadangnya juga sudah susah bin langka. Maka Ochun pun mengutak-atik sendiri jika mobilnya ada masalah.

Otak-atik mobil tua yang sudah bisa dibilang rongsok itu membuahkan hasil. Tangan dinginnya berhasil menghidupkan mobil yang tadinya rongsok. Mobil tua pertamanya adalah Willys, Jeep yang biasa dipakai tentara dengan atap terbuka. Mobil berpenampilan garang ini kerap dipakai offroad karena tenaganya yang gede.

Instagram Gurame Edan

“Sejak SMA saya suka pakai motor tua. Pertama mungkin karena terbatas biaya, kalau yang baru kan mahal,” tutur Abah Ochun di Gurame Edan, Jumat, 4 Desember 2020

“Terus hobi juga karena saya aneh suka barang-barang tua. Seiring perjalanan waktu, ternyata mobil yang tadinya sudah rongsok kalau dibetulin sama saja enak buat jalan. Bedanya mobil sekarang kan serba digital.”

Penggemar mobil tua bukan Ochun sendiri. Banyak teman-temannya yang punya hobi sama. Terlebih ia bagian dari keluarga besar Bikers Brotherhood 1% MC, klub motor gede yang juga motor-motornya banyak yang antik.

Teman-teman Ochun banyak yang ngebengkel ke Gurame Edan. Lama kelamaan, semakin banyak teman penggemar mobil tua yang datang ke bengkelnya.

Malah sejak 2000-an, klien umum mulai berdatangan. “Saya tidak ngiklan, atau mengumumkan terima bengkel mobil tua, tapi mereka mulai datang sendiri,” kata Abah Ochun.

Tadinya Gurame Edan sempat buka bengkel di Setrasari, Sukajadi, kemudian pindah lagi ke rumah. Mobil-mobil yang menjadi pasiennya kebanyakan Chevrolet, Dodge, Ford, Jeep dan berbagai jenis mobil antimaintream lainnya.

Pilihannya membuka bengkel semakin mantap mengingat di Bandung masih jarang bengkel mobil tua. “Agar yang punya mobil tua tidak susah ngebengkel,” katanya.

Tapi Gurame Edan bukan bengkel kosmetik atau salon. Bengkel ini kelas berat, lebih ke pembangunan mobil atau mesin yang tadinya mangkrak atau rongsok agar hidup kembali. “Kalau klien ada yang mau kosmetik, harus cari bengkel lain,” katanya.

Ada kebanggaan tersendiri bagi Ochun membuka bengkel Gurame Edan. Kondisi umum dari setiap mobil tua adalah rongsok, bahkan nyaris hancur dimakan usia. Namun setelah diperbaiki, mobil rongsok yang sudah ketinggalan zaman itu bisa hidup kembali.

Bahkan harganya bisa setara dengan mobil baru. Jika tidak percaya, silakan tanya kolektor mobil antik yang mematok harga satu unit mobil sampai ratusan juta lebih.

“Membangkitkan lagi rongsokan yang sudah tidak dianggap lagi. Sama saya dikeureuyeuh (ditekuni),” kata lelaki berambut gondrong ini. “Cuma yang tadinya rongsok kemudian bisa jalan ke mana-mana, mobil rongsok jadi punya harga lagi.”

Baca juga:

Soal kendala dan kesulitan, tentu banyak pisan. Terutama karena suku cadang yang susah sekali didapat. “Saya ngebengkel 50 persen dari pengalaman, dari utak-atik sendiri, ikut event atau pameran, dan sisanya baru teori.”

Gurame Edan banyak menerima pelanggan dari luar Jawa, mulai Jakarta, Surabaya, dan sejumlah daerah di Sumatera. Untuk pemasaran daerah luar Jawa terbilang unik. Transaksi dilakukan secara online melalui Instagram Gurame Edan, email, telepon. Semua itu dilakukan tanpa tatap muka.

“Kebanyakan klien luar Jawa tidak kenal. Dan lancar-lancar saja karena kita saling percaya. Klien pun melihat kinerja kita di Instagram,” katanya.

Soal harga bengkel, menurutnya relatif. Hal ini dihitung berdasarkan tingkat kesulitan perawatan dan kelangkaan suku cadang. Jadi, kalau di rumah punya mobil rongsok dan mau dihidupkan lagi, tinggak kontak saja Gurame Edan. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here