Belajar Chinese painting sambil jalan-jalan ke Tasikmalaya

Lukisan Alexandreia Indri Wibawa. (Dok Alexandreia Indri Wibawa.)
Lukisan Alexandreia Indri Wibawa. (Dok Alexandreia Indri Wibawa.)

Chinese painting, sebuah gaya lukisan yang berkembang di China, sudah lama berkembang di Indonesia. Gaya lukisan ini diramaikan seniman-seniman dalam negeri dan mewarnai khasanah seni rupa Tanah Air.

Salah satu seniman yang menggeluti aliran lukisan ini ialah Alexandreia Indri Wibawa. Menurutnya, Chinese painting merupakan seni lukis khas dengan media berbeda dibandingkan bedia pada lukisan lainnya. Style lukisan ini terdiri dari satu tarikan garis dan detail lukisan.

Gaya Chinese painting memiliki sejumlah kemiripan dengan lukis cat air yang medianya terdapat unsur kertas dan air. Namun secara umum, Chinese painting berbeda dengan lukis cat air.

Baca juga:

Lebih jauh mengenai dasar-dasar teknik Chinese painting, Teh Indri—sapaan Alexandreia Indri Wibawa—akan membedahnya dalam workshop terbatas bertajuk “Keindahan Melukis Chinese Painting” di Langgam Pustaka, Jalan Cikunten Pustaka, PDK, Kahuripan, Tawang, Kota Tasikmalaya.

Workshop yang bekerja sama dengan komunitas Langgam Institut ini akan digelar sehari, yakni Selasa 9 Februari 2021 pukul 15.30 WIB. Namun karena pandemi Covid-19, peserta workshop dibatasi hanya untuk 6 orang saja.

Workshop Alexandreia Indri Wibawa. (Dok Alexandreia Indri Wibawa.)
Workshop Alexandreia Indri Wibawa. (Dok Alexandreia Indri Wibawa.)

Biaya workshop ini Rp75.000 per peserta. Lewat workshop ini peserta mendapatkan media kertas xuanzhi, kertas merang, dua jenis mopit (kuas), polet, pensil dan penghapus.

Baca juga:

“Kuota pendaftarannya untuk 6 orang saja sebab kapasitas tempatnya ga bisa banyak-banyak,” terang Teh Indri, saat dihubungi simmanews.com, Kamis, 29 Januari 2021.

Menurut Teh Indri, worshop diselenggarakan hasil kerja sama dengan Langgam Institut, sebuah komunitas seni di Tasikmalaya. Salah satu program Langgam Institut antara lain kelas menulis sastra seperti puisi dan cerpen, serta kelas seni.

Pekan lalu Langgam Institut menggelar kelas fotografi yang diikuti 10 orang. Sementara Teh Indri memilih jumlah peserta maksimal 6 orang saja.

“Pendaftaran workshop ini sampai 1 Februari, karena dari tanggal 1 kita persiapan membeli peralatan,” katanya. (Iman Herdiana/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here