Bandung PSBB lagi mulai hari ini, semua taman ditutup

Wali Kota Bandung Oded M Danial. (Dok Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung Oded M Danial. (Dok Pemkot Bandung)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional mulai Jumat, 4 Desember 2020 sampai 14 hari ke depan. Hal ini menyusul status Kota Bandung masuk zona merah.

Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Oded M Danial bilang pemberlakuan PSBB Proporsional guna menghidari sektor kesehatan dari peningkatan penyebaran Covid-19 dan menjaga perputaran ekonomi di Kota Bandung.

Pembatasan tersebut di antaranya merevisi relaksasi pusat pembelanjaan, restoran, cafe. Sebelumnya beroperasional sampai pukul 21.00 WIB menjadi pukul 20.00 WIB.

Baca juga:

“Dengan maksimal kapasitas pengunjung 30 %,” tandas Mang Oded usai menggelar Rapat Terbatas di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis, 3 Desember 2020.

Selain itu, fasilitas atau tempat publik milik Pemkot Bandung seperti taman dan Alun-alun semuanya tutup total.

Sementara untuk tempat wisata dan hiburan hanya boleh menampung jumlah pengunjung sebanyak 30% dari total kapasitas normal.

“Termasuk juga tempat ibadah juga dibatasi 30% dari kapasitas gedung dan kegiatan pernikahan,” sambung Mang Oded.

Tak hanya ruang publik, Pemkot Bandung pun membatasi kapasitas karyawan dalam kantor, seperti di lingkungan Pemkot Bandung hanya boleh 30% dari kapasitas yang ada . Sementara 70% work from home (WFH).

Penutupan jalan

Guna menghindari kerumunan, pada daerah yang menjadi magnet Kota Bandung, Pemkot Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) tengah berkoordinasi dengan Satlantas Polrestabes Bandung, membahas penutupan sejumlah ruas jalan.

“Akan dilaksanakan penutupan jalan yang menimbulkan potensi keramaian. Terkait dengan jalan mana saja yang akan ditutup masih dikoordinasikan bersama kepolisian. Salah satunya adalah Jalan Dipati Ukur,” bebernya.

Baca juga:

Mang Oded pun meminta setiap Tim Gugus Tugas Covid-19 di tingkat kota sampai ke kelurahan, untuk lebih ketat dalam menegakan aturan protokol kesehatan. Termasuk pada pasar-pasar tradisional.

Langkah lainnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat untuk menyediakan semacam rumah sakit darurat, atau tambahan penampungan sebagai tempat isolasi. Utamanya, diperuntukan bagi Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Eksisting hari ini, rumah isolasi sudah penuh. Oleh karena itu kita terus berupaya menghadirkannya,” imbuhnya.

Harus terus terapkan protokol kesehatan

Mang Oded pun tidak bosan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk ekstra waspada. Termasuk juga membatasi aktivitasnya yang berpotensi menyebarkan Covid-19 dan terus disiplin, menerapkan protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan tidak berkerumun.

“Sekali lagi kami mengingatkan kepada masyarakat. Setelah berkegiatan di luar rumah, saat pulang jangan langsung berkontak dengan anggota keluarga. Biasakan bersih-bersih atau mandi dahulu,” ungkapnya.

“Simpan pakaian yang telah digunakan untuk segera dicuci. Setelah itu jika perlu silakan gunakan masker di rumah. Dengan ini penyebaran kasus klaster keluarga dapat dicegah,” tutup Mang Oded. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here