Alhamdulillah, 400 keluarga di Desa Sayati dapat bantuan dari Kemensos

bantuan pangan non tunai (BPNT)
Pembagian bantuan pangan non tunai (BPNT) Oktober di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. Kamis 15 Oktober 2020. (Yatni Setianingsih/Simmanews)

Sebanyak 400 keluarga penerima manfaat (KPM) dari Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung, menerima bantuan pangan non-tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial RI.

Pembagian berlangsung pada Kamis 15 Oktober 2020, di Agen 46 Eko Ismail RW 09.

Program BPNT ini telah berlangsung sejak 2017 lalu yang rutin setiap bulan. Pada masa pandemi Covid-19, pembagian menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Ketua Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Motekar Desa Sayati Harry Ramadhan bilang untuk kondisi pandemi Covid-19, KPM tidak menggesek kartu keluarga sejahtera (KKS) pada mesin EDC (Electronic Data Capture) bank BNI di tempat pembagian.

“Melainkan petugas door to door ke rumah KPM sebelum pembagian BPNT,” kata Harry kepada Simmanews.com, Kamis, 15 Oktober 2020.

Selain itu, sambung Harry waktu pembagian lebih singkat yakni dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB.

“Sementara biasanya sampai sore, untuk KPM yang tidak bisa mengambil bulan ini bisa mengambil bulan berikutnya jadi dua paket,” imbuhnya.

Baca artikel Simmanews lainnya:

Paket bantuan berupa beras sampai kacang

Adapun paket yang diterima per KPM terdiri dari 9 kilogram beras, ikan segar, daging ayam, telur, kacang hijau, dan buah-buahan.

Keluarga penerima manfaat, Lani mengaku senang mendapatkan bantuan. Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Saya satu keluarga terdiri dari lima orang, bantuan ini untuk beras cukup untuk 10 hari sementara lauk dan buah-buahannya habis dalam dua hari,” ucap Lani yang juga warga Desa Sayati.

KPM lainnya, Minah bilang program ini sangat membantu keluarga besarnya.

Membantu sekali, satu keluarga saya ada 7 orang, kalau yang cepat habis untuk lauknya,” ujar Minah.

Distribusi BPNT ini melibatkan Puskesos Motekar Desa Sayati, Bintara Pembina Desa TNI AD (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), dan Ketua Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH).

Mengutip ojk.go.id KPM merupakan keluarga dengan kondisi sosial ekonomi 25 persen terendah, pada daerah pelaksanaan program BPNT.

Masa pandemi Covid-19, Kementerian Sosial tidak hanya memberikan KPM bantuan pangan non tunai. Sejak September 2020 pihaknya meluncurkan bantuan sosial tunai Rp500 ribu.

Bantuan ini untuk KPM BPNT yang tidak masuk dalam Program PKH. (Yatni Setianingsih/simmanews.com)

Baca artikel Simmanews lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here